kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.357.000 -0,07%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Setoran Dividen BUMN Tembus Rp 81 Triliun, Erick Thohir Dorong Perbaikan Tukin


Rabu, 14 Februari 2024 / 10:17 WIB
Setoran Dividen BUMN Tembus Rp 81 Triliun, Erick Thohir Dorong Perbaikan Tukin
ILUSTRASI. Logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpasang di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). ANATAR FOTO/Aprillio Akbar/nz


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setoran Dividen BUMN cetak rekor mencapai Rp 81 Triliun pada tahun 2023. 

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan bahwa capaian ini tidak luput dari hasil kerja keras pegawai BUMN. Untuk itu ke depan pihaknya akan mengupayakan ada perbaikan tunjangan kinerja (Tukin) di perusahaan pelat merah. 

"Dari survei kami yang diharapkan adalah soal tukin. Maka saya bilang ini yang akan saya dorong di Rancangan Undang Undang (RUU) BUMN," jelas Erick pada awak media usai acara BUMN Gen di PIM 3, Jakarta, Selasa petang (13/2). 

Erick mengatakan dalam RUU BUMN ia menginginkan ada perbaikan tukin yang selaras dengan peningkatan setoran dividen perusahaan pelat merah.  Menurutnya hal tersebut, nantinya bisa meningkatkan kinerja pegawai BUMN agar dapat bisa mencapai target-target yang ditetapkan oleh pemerintah. 

Baca Juga: Ada Dua Dapen BUMN Bermasalah, Erick Thohir Bakal Laporkan ke Kejagung

"Jadi di RUU BUMN ini salah satunya ketika ada dividen BUMN mencapai peningkatan itu bisa untuk digunakan peningkatan kesejahteraan juga di Kementerian BUMN," jelas Erick. 

Erick menegaskan bahwa peningkatan setoran dividen BUMN ini merupakan rekor sejarah. Pada tahun ini pihaknya bahkan menargetkan setoran dividen BUMN bisa mencapai Rp 85 triliun. 

Erick juga mengklaim kenaikan dividen ini seiring dengan capaian kinerja BUMN yang semakin baik. Ia mengatakan bahwa aset BUMN melonjak drastis dalam waktu 3,5 tahun dari yang semula Rp 6 ribu triliun menjadi Rp 10 ribu triliun selama masa kepemimpinannya. 

"Ini luar biasa, kalau dulu profit kita hanya Rp 13 triliun sekarang bisa capai Rp 250 triliun," jelas Erick. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×