kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.938   27,00   0,15%
  • IDX 6.361   26,59   0,42%
  • KOMPAS100 836   0,67   0,08%
  • LQ45 631   -1,47   -0,23%
  • ISSI 220   2,29   1,05%
  • IDX30 355   -1,21   -0,34%
  • IDXHIDIV20 437   -3,75   -0,85%
  • IDX80 95   0,18   0,19%
  • IDXV30 119   0,35   0,30%
  • IDXQ30 113   -0,86   -0,76%

Setelah Komodo, pemerintah bakal banyak tawarkan proyek bandara ke investor asing


Kamis, 26 Desember 2019 / 22:00 WIB
ILUSTRASI. Resmi, konsorsium Cardig-Changi jadi pemenang proyek pengembangan Bandara Komodo. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Yudho Winarto

Selain itu, ada pembangunan fasilitas sisi darat yang meliputi perluasan terminal penumpang domestik, pembangunan terminal penumpang internasional, kantor dan gedung, serta fasilitas pendukung lainnya.

Pemenang proyek ini juga harus memelihara seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo selama masa kerja sama dan menyerahkan seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo kepada PJPK pada saat masa kerja sama berakhir.

Baca Juga: Resmi, konsorsium Cardig-Changi jadi pemenang proyek pengembangan Bandara Komodo

Menkue bilang pengembangan Bandara Labuan Bajo dilakukan dalam rangka menyukseskan dan menunjang Kawasan Labuan Bajo NTT sebagai salah satu kawasan destinasi pariwisata superprioritas.

Salah satu tujuan dari proyek ini adalah meningkatkan jumlah penumpang sampai dengan 4 juta penumpang dan kargo sebesar 3.500 ton pada tahun 2044, serta untuk memperluas konektivitas nasional dan internasional.

Sri Mulyani menerangkan pembiayaan seluruhnya dari investor sama sekali tidak melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pemerintah ingin lebih banyak melibatkan investor asing agar muncul suatu confidence bahwa Indonesia adalah tempat yang prospek bagi dunia bisnis.

“Ini sejalan dengan lima destinasi prioritas, kami  harapkan di tahun 2020 seluruh aspek dari persiapan program tersebut harus sudah selesai. Salah satu yang jadi titik kritis adalah di Bandar Udara Komodo,” ujar Sri Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×