kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.912   50,00   0,28%
  • IDX 5.668   -152,82   -2,63%
  • KOMPAS100 732   -20,49   -2,72%
  • LQ45 558   -14,62   -2,55%
  • ISSI 197   -4,63   -2,30%
  • IDX30 318   -7,71   -2,37%
  • IDXHIDIV20 392   -9,50   -2,37%
  • IDX80 83   -2,27   -2,66%
  • IDXV30 107   -1,92   -1,77%
  • IDXQ30 102   -2,53   -2,42%

Sektor Perkebunan Selamatkan Malaysia dari Krisis


Rabu, 18 Maret 2009 / 14:38 WIB


Reporter: Yohan Rubiyantoro |

JAKARTA. Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat menyatakan sektor perkebunan Malaysia relatif dapat mengatasi dampak krisis global dibanding sektor lain. Sebab itu masih ada peluang kerja bagi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di sektor perkebunan.

“Kalau sektor manufaktur dan pabrik sudah sangat terpukul,” ucapnya di Kantor Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Rabu (18/4)

Jumhur mengatakan saat ini terdapat sekitar 20.000 TKI di seluruh negara yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Sebanyak 15.000 diantaranya merupakan TKI yang bekerja di Malaysia. Ia mengatakan, sektor manufaktur, suku cadang, dan otomotif Malaysia anjlok hingga 40 persen akibat dampak krisis. Akibatnya banyak pabrik yang mengurangi jumlah karyawan.

“Padahal 90 persen karyawan pabrik di Malaysia adalah orang Indonesia,” ucapnya

Berdasarkan data KBRI di Kuala Lumpur, Malaysia, jumlah TKI di sektor pertanian/perkebunan mencapai 397.000 orang. Sementara pada sektor manufaktur mencapai 396.000 orang. Sedangkan TKI yang menjadi pembantu rumah tangga sebesar 269.000, dan TKI yang bekerja pada sektor jasa mencapai 40.467

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×