kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

SBY meminta rakyat perkokoh kerukunan


Minggu, 01 Januari 2012 / 10:15 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden. REUTERS/Tom Brenner


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan diri untuk memberikan ucapan selamat Tahun Baru 2012 terhadap seluruh rakyat Indonesia di sela-sela menjenguk Ibu Negara, Ani Yudhoyono yang tengah berbaring sakit di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Sabtu (31/12/2011) malam.

Presiden yang memakai kemeja batik berwarna biru mengharapkan agar di Tahun Baru, masyarakat Indonesia dapat memperkokoh kerukunan antara lingkungan masyarakat dan kerukunan beragama. "Saya mengucapkan selamat Tahun Baru 2012 kepada seluruh rakyat Indonesia semoga membawa berkah dan kebaikan bagi kita semua. Secara khusus saya mengajak semuanya untuk memperkokoh persaudaraan dan kerukunan. Janganlah kita biarkan terjadinya perpecahan dan aksi-aksi kekerasan di masyarakat," ujar Presiden kepada wartawan di Jakarta.

Selain itu, Presiden SBY juga meminta agar warga tidak main hakim sendiri dalam menghadapi kericuhan di negara ini. Apalagi dalam menghadapi masalah antar-etnis dan agama. "Kita harus terus mencegah aksi kekerasan atas nama apa pun, baik dari agama, suku, maupun etnis. Termasuk pencegahan tindakan main hakim sendiri, melawan hukum dan mengganggu ketertiban masyarakat," lanjutnya.

Presiden juga berharap tahun 2012 nanti penegakan hukum atas kejahatan korupsi tetap ditegakkan. Apalagi, Indonesia masih menghadapi sejumlah masalah krisis perekonomian. "Saya mengajak masyarakat, Indonesia untuk menjaga tegaknya hukum dan keadilan dalam mencegah kejahatan bentuk apa pun, termasuk korupsi. Mari kita hadapi perekonomian hadapi krisis untuk menjaga keutuhan ekonomi dan meningkatkan ketahanan pangan," kata Presiden. (Maria Natalia/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×