CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

SBY: Lima kejahatan sasaran penegakan hukum


Senin, 13 Desember 2010 / 13:38 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebutkan lima kejahatan yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat dan perlu segera ditangani. Dia mengatakan, lima kejahatan itu merupakan agenda sentral untuk ditangani.

Lima kejahatan itu yakni, pertama, pemberantasan korupsi. "Catat, korupsi merusak segalanya," ujar SBY saat membuka rapat kerja Kejaksaan Agung di Istana Negara, Senin (13/12).

Kedua, pencegahan dan penanggulangan terorisme. Terorisme, kata SBY, membuat kehidupan di Indonesia tidak tenteram. SBY mencontohkan, aksi terorisme akan menghambat laju kegiatan investasi dan dunia usaha tidak berjalan apabila aksi terorisme.

Ketiga, kejahatan pajak. Menurut SBY, penanganan yang serius terhadap kasus pajak sangat penting lantaran menyumbang sekitar 80% penerimaan negara. "Jadi, kalau ada apa-apa dengan pajak akan langsung berpengaruh terhadap anggaran," imbuhnya.

Keempat, kasus narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) yang merusak generasi muda. Kelima, kasus pembalakan atau illegal logging yang merusak ekosistem. "Saya akan gusar kalau penegakan hukum di lima hal itu tidak dilaksanakan serius," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×