kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

SBY larang pesawat Indonesia lintasi Ukraina


Jumat, 18 Juli 2014 / 13:13 WIB
ILUSTRASI. RHB Sekuritas akan menerbitkan waran terstruktur dengan underlying asset GOTO dan TOWR pada akhir Februari 2023. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Menyusul jatuhnya pesawat Malaysian Airlines MH17, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghimbau setiap maskapai penerbangan asal Indonesia untuk tidak melewati daerah yang tengah konflik. Seperti diketahui, penyebab jatuhnya pesawat MH17 tersebut dikarenakan terkena tembakan, ketika melintasi wilayah Ukraina.

Ukraina dan Rusia saat ini memang tengah terlibat konflik militer. Adapun beberapa tempat yang dilarang dilewati maskapai pesawat itu antara lain, wilayah Ukraina, wilayah perbatasan Ukraina-Rusia, dan Jalur Gaza. "Saya juga menyerukan kepada seluruh WNI yang akan berpergian di seluruh dunia, yang menggunakan jasa penerbangan bisa memastikan bahwa pesawat yang ditumpanginya tidak melintasi daerah tersebut," ujar SBY, Jumat (18/7) di Istana Negara Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, SBY juga menyerukan kepada sesama negara ASEAN agar membantu Malaysia. Ia berharap negara-negara tersebut membantu supaya keadilan bisa dtegakan. Sebab, penambakan pesawat komersial yang ditumpangi warga sipil menyalahi aturan internasional, dan hukum perang.

Seperti diberitakan pesawat MH17 tersebut terbang dari Amsterdam, Belanda menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Diperkirakan jumlah penumpang yang menjadi korban pesawat tersebut sebanyak 298 orang. Beberapa diantaranya WNI.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, menghimbau masyarakat yang mengetahui informasi mengenai WNI yang menjadi korban, agar menghubungi kementerian luar negeri, kedutaan besar Indonesia di Malaysia, atau kedutaan besar di Belanda. Saat ini pemerintah tengah bekerja sama dengan pihak maskapai MAS mengidentifikasi siapa saja WNI yang menjadi korban.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×