kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

SBY janjikan kesejahteraan guru pada tahun depan


Selasa, 04 Desember 2012 / 13:11 WIB
SBY janjikan kesejahteraan guru pada tahun depan
ILUSTRASI. Menguat 0,23% dalam sehari, harga saham BBCA hijau di akhir bursa Rabu (1/9)./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/02/07/2021.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

SENTUL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjanjikan adanya perbaikan kesejahteraan bagi guru dalam kurun waktu satu tahun ke depan. Peraturan pemerintah yang mendukung kebijakan itu sedang disiapkan.

SBY mengaku sudah menginstruksikan supaya tahun depan ada pembenahan kesejahteraan guru. "Ini agar guru negeri atau yang swasta itu lebih mendapatkan jenjang karier termasuk urusan kesejahteraan," kata SBY dalam sambutanya dalam peringatan Hari Guru Nasional 2012, Selasa (4/12).

Meski demikian, SBY mengatakan, tingkat kesejahteraan guru ini harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara. Dia menegaskan tidak akan memaksakan kehendaknya jika anggaran tidak mampu apalagi terpaksa harus berutang ke negara lain. "Tidak mungkin dan tidak boleh dan dilarang agama berutang ke negara lain untuk meningkatkan itu," jelasnya.

SBY optimis, dalam kurun waktu satu tahun kedepan sudah ada perbaikan kesejahteraan yang signifikan untuk guru karena perekonomian Indonesia yang kini tengah tumbuh positif meski dalam bayang-bayang ketidakpastian perekonomian global. "Kalau ekonomi tumbuh dengan baik, penerimaan negara meningkat, maka APBN meningkat, anggaran pendidkan meningkat, dan kesejahteraan guru pasti meningkat," katanya.

Sebagai langkah awal memperbaiki kesejahteraan guru, SBY memerintahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh untuk segera bekerja. Dia meminta Nuh menjalin komunikasi dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan pihak-pihak terkait.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×