kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.511   -19,00   -0,11%
  • IDX 6.735   -124,36   -1,81%
  • KOMPAS100 896   -19,90   -2,17%
  • LQ45 659   -11,15   -1,66%
  • ISSI 244   -4,20   -1,70%
  • IDX30 372   -4,71   -1,25%
  • IDXHIDIV20 456   -5,92   -1,28%
  • IDX80 102   -1,89   -1,82%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,19   -0,99%

SBY: Ini perayaan Natal terakhir saya


Jumat, 27 Desember 2013 / 22:15 WIB
ILUSTRASI. Berikut tips untuk membersihkan dan merapikan rumah baru setelah pindahan.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Ibu Negara dan Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati Boediobo merayakan natal tingkat nasional. Dalam sambutannya, SBY menyampaikan bahwa ini adalah perayaan Natal terakhirnya sebagai Presiden. Kendati begitu, ia tetap berkomitmen untuk mendukung toleransi di Indonesia meskipun sudah menjadi warga biasa.

"Insya Allah ini perayaan natal terakhir yang saya hadiri sebagai Presiden. Meskipun nanti saya akan menjadi warga negara biasa, tapi komitmen saya tetap memperjuangkan Indonesia yang semakin toleransi rukun, damai dan bebas diskriminasi," tutur SBY dalam acara perayaan natal di Jakarta Convention Center, Jumat (27/12).

SBY mengatakan ia memiliki keyakinan bahwa Presiden yang akan datang memiliki hati dan komitmen yang sama dengan dirinya untuk menjaga kerukunan beragama di Tanah Air. Karena itu SBY mengajak umat Kristiani dan seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung presiden yang akan datang.

"Pada saatnya mari bersama kita dukung pemimpin kita mendatang untuk mewujudkan Indonesia yang lebih damai, adil dan sejahtera," ungkap Presiden.

SBY mengatakan selama 9 tahun dari 10 tahun masa kepemimpinannya selalu merayakan natal nasional di Jakarta. Kecuali pada tahun 2004 ia merayakan natal di Papua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×