kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

SBY minta Jokowi "jaga" Ibukota selama Pemilu 2014


Jumat, 27 Desember 2013 / 16:47 WIB
ILUSTRASI. Promo Alfamart Diapers Fair Periode 1-15 Agustus 2022


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Selain mendapat arahan soal penanganan banjir, macet dan berbagai persoalan di Ibu Kota lainnya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga mendapat arahan soal politik. Dalam arahan tersebut, Jokowi mengaku diminta untuk mengamankan Ibu Kota menjelang pemilihan umum tahun 2014.

"Tadi diminta pengamanan Jakarta saat pemilu. Diminta diikuti terus perkembangan politik di Ibu kota secara detail, baik mengenai proses-prosesnya, tahap-tahapnya, diikuti terus," ujar Jokowi di Kantor Presiden sambil tertawa, Jumat (27/12).

Ketika ditanya terkait kesiapannya menjadi calon Presiden tahun depan, sebab, ia menempati urutan ketiga dalam sepekan ini yang dipanggil SBY setelah Prabowo Subianto dan Yusril ihza mahendra, Jokowi hanya tertawa. "Undangannya itu lho, mana undangannya, eh ternyata tidak di bawa," ujar Jokowi sambil terkekeh saat tahu stafnya tidak membawa undangan dari SBY tersebut.

Mantan Wali Kota Solo ini menjelaskan bahwa ia diundang sebagai Gubernur DKI dan bukan sebagai capres tahun 2014. Seperti diketahui, nama Jokowi merajai berbagai survei sebagai calon Presiden yang elektabilitasnya tertinggi pada pemilu tahun depan. Namun hingga kini, politisi PDIP ini belum menyatakan keinginannya untuk menjadi capres.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×