kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

SBY: HKI harus ditunjung tinggi dan diberi insentif


Selasa, 26 April 2011 / 11:52 WIB
9 Drama Korea (Drakor) rating tertinggi di awal 2020, The World of Married posisi pertama


Reporter: Yudo Widiyanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sangat penting. Menurutnya, HKI harus dijunjung tinggi dan diberikan insentif yang adil.

SBY mengatakan ada empat alasan mengapa HKI itu penting. Pertama, menyangkut sesuatu yang berdimensi jangka panjang (long term goal) bagi bangsa.

Kedua, menjunjung tinggi dan memproteksi HKI maka akan mendorong daya inovasi dan kreatvitas yang lebih pesat lagi. "Putra bangsa termotivasi dan ingin melakukan inovasi dan penemuan karena karyanya diakui dan dihormati," katanya.

Yang ketiga, HKI juga harus dilihat siapa yang berkeringat harus mendapatkan insentif. Jika berkaitan dengan kesejahteraan maka insentif berkaitan dengan ekonomi. Terakhir, upaya penegakan hukum atas pelanggaran HKI.

SBY mengatakan dengan menghormati, mengakui, dan proteksi atas HKI maka akan memberikan daya saing terhadap produk dalam negeri. "Negara kita punya potensi besar dalam kreativitas dan inovasi. Yang tampil di depan tadi berprestasi menunjukan betapa tingginya keunggulan bangsa kita utk mencipta berkreasi dan menghasikan produk-produk tertentu," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×