kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

SBY diminta fokus mengurus masalah rakyat


Senin, 28 Oktober 2013 / 12:50 WIB
ILUSTRASI. Peserta delegasi negara G20 di Hotel Alila Solo, Jawa Tengah, Rabu (30/3/2022).


Reporter: Ferry Hidayat | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA.  Politisi dari PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari menegaskan saat ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih banyak mencurahkan perhatian dan tenaganya untuk kepentingan partainya (Partai Demokrat) ketimbang menyelesaikan masa jabatannya yang tinggal satu tahun lagi.

"Presiden RI seolah menjadi Presiden Partai Demokrat, energi terserap mengurusi isu internal partai, tidak pernah terdengar presiden mengurus hal penting seperti Amnesty Tenaga Kerja Indonesia (TKI), isu menterinya yang membela FPI, ormas yang disebut SBY sendiri sebagai ormas preman, atau isu korupsi yang meluas dan menjadi-jadi," kata Eva (28/10).

Padahal, lanjut Eva, dulu presiden sempat memperingati menterinya agar menjalankan fungsi jabatan publik secara total.

"Ini ironi karena presiden sedang melakoni peran yang pernah diproteskannya kepada para menterinya. Kala itu, para menteri disarankan mundur agar bisa berkonsentrasi pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi)," keluh anggota Komisi III DPR ini.

Oleh karenanya, Eva mengimbau agar presiden konsekuen dengan ucapannya serta kembali fokus untuk menyelesaikan tugas yang telah diamanatkan rakyat.

"Hampir setahun menjadi komandan Partai Demokrat, terbukti dia (SBY) terkuras energinya untuk partainya. Tinggal setahun di pemerintahan, emergency di partainya segera disudahi, kembali ke posisi Presiden RI, sesuai sumpah dan janji di MPR," imbaunya.

Sebelumnya, Susilo Bambang Yudhoyono pada perayaan HUT Partai Demokrat ke-12 dalam pidatonya menyinggung bahwa partainya selama dua setengah tahun telah diserang oleh berbagai pihak dan dia merasa bahwa media juga telah menyudutkan partainya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×