kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.012   -37,00   -0,22%
  • IDX 7.151   102,46   1,45%
  • KOMPAS100 987   15,12   1,56%
  • LQ45 724   8,45   1,18%
  • ISSI 255   4,01   1,60%
  • IDX30 392   3,86   0,99%
  • IDXHIDIV20 488   0,46   0,10%
  • IDX80 111   1,56   1,42%
  • IDXV30 135   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 128   1,13   0,89%

Satu Kasus Omicron Ditemukan di Indonesia, Menkes Minta Masyarakat Tidak Panik


Kamis, 16 Desember 2021 / 11:25 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Omicron SARS-CoV-2. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kesehatan mengumumkan satu kasus terkonfirmasi varian omicron telah ditemukan di Indonesia.

"Seorang pasien N terkonfirmasi omicron pada 15 Desember, data sudah di konfirmasi ke GISAID dan dikonfirmasi kembali dari GISAID bahwa ini adalah data konfirmasi omicron. Pasien N adalah pekerja kebersihan di Wisma Atlet," ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dalam teleconference Kemenkes, Kamis (16/12).

Budi menjelaskan, pada tanggal 8 Desember lalu dilakukan pengambilan sample rutin di Wisma Atlet. Dari pengujian tersebut terdapat 3 petugas kesebersihan yang terkonfirmasi positif. 

Sampel kemudian dikirim ke Balitbang Kementerian Kesehatan pada 10 Desember untuk dilakukan whole genome squencing (WGS).

Dari tiga sampel yang dikirim, hanya ada satu sampel yang terkonfirmasi sebagai varian Omicron. Ketiganya merupakan pasien tanpa gejala.

"Mereka tanpa gejala masih sehat tidak ada demam batuk-batuk, dan mereka sudah dilakukan PCR kembali hasilnya sudah negatif," imbuhnya.

Budi menegaskan masyarakat diharapkan tidak panik dengan adanya temuan varian omicron ini. Masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan dihimbau tidak berpergian ke luar negeri.

"Pesan dari kami adalah tidak usah khawatir tidak usah panik yang paling penting adalah jaga kewaspadaan. Pertama kewaspadaan dari protokol kesehatan jangan kendor, jangan kurang disiplinnya terutama untuk memakai masker menjaga jarak," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×