kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.905   13,00   0,07%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Saran Jokowi untuk pariwisata Bali


Minggu, 31 Agustus 2014 / 19:20 WIB
ILUSTRASI. Moms, Inilah 5 Cara Sehat untuk Mencegah Penyakit Katarak


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Terpilih Joko Widodo meminta agar pembangunan sektor pariwista di Pulau Bali tidak merusak lingkungan dan buaya setempat. Menurutnya, Bali harus selektif dalam menerima wisatawan dan program pengembangan Pariwisata yang mendukung pelestarian lingkungan dan budaya Pulau Dewata tersebut.

Jokowi menyarankan, Bali tidak perlu menerima pariwisata kelas rendah. "Bali harus punya diferensiasi yang jelas dan pembedaan yang jelas. Jangan sampai pariwisata merusak Bali sendiri," ujar Jokowi seperti dikutip dari akun Facebooknya, Minggu (31/8).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia perjuangan ini mengatakan kendati tetap menjaga budaya dan lingkungan, Bali harus menjadi tempat wisata nomor satu dengan mengandalkan berbagai keunggulan dan kreatifitas lokal.

Namun untuk mencapai hal itu, warga Bali harus tetap memelihara lingungan. Caranya dengan tidak terlalu memberikan ruang kepada pariwisata massal yang rakus sumber daya dan bersifat eksploitatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×