kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Sandiaga akan bertemu Nazaruddin di pengadilan


Rabu, 30 Agustus 2017 / 08:07 WIB
Sandiaga akan bertemu Nazaruddin di pengadilan


Reporter: Teodosius Domina | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - Wakil gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Salahudin Uno hari ini, Kamis (30/8) bakal memberi kesaksian terkait kasus korupsi yang dilakukan oleh mantan bos PT Duta Graha Indah Tbk, Dudung Purwadi.

Dudung sebelumnya didakwa terlibat korupsi pembangunan RS Pendidikan Udayana tahun anggaran 2009-2011 serta pembangunan wisma atlet dan gedung serbaguna Pemprov Sumsel 2010-201.

"Betul," kata Soesilo Aribowo, kuasa hukum Dudung ketika dikonfirmasi soal jadwal pemberian kesaksian Sandiaga.

Selain itu, dua politikus Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin dan Angelina Sondakh juga dijadwalkan untuk memberi kesaksian.

Sekadar tahu, kasus ini memang bermula dari kicauan Nazaruddin. Ia mengklaim pernah mengadakan pertemuan dengan Sandiaga yang waktu itu menjabat sebagai komisaris PT DGI yang sekarang berubah nama menjadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) ini. Dalam pertemuan yang katanya dihadiri rekan separtainya, Anas Urbaningrum ini, mereka bersepakat akan membantu PT DGI mendapatkan proyek pemerintah asal Sandiaga menyediakan fee.

Namun ketika memberi kesaksian di KPK, Sandiaga membantah soal adanya pertemuan ini. Bahkan ia menyebut ini sebagai fitnah.

"Saya tidak kenal dengan Pak Nazaruddin, saya tidak berkomunikasi dengan beliau," kata Sandiaga pada tanggal 23 Mei 2017 yang lalu.

Selain menetapkan Dudung sebagai tersangka, dalam kasus inj KPK juga menetapkan emiten berkode DGIK ini sebagai tersangka. Sebagai korporasi, KPK menduga DGIK mendapat keuntungan secara melawan hukum.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×