kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Rusia harap Indonesia buka kantor perwakilan perdagangan sawit di Moskow


Jumat, 10 Agustus 2018 / 09:46 WIB
ILUSTRASI. PANEN KELAPA SAWIT


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah dan pelaku usaha di Rusia berharap Indonesia memiliki kantor perwakilan perdagangan minyak sawit di Moskow, Rusia. Pasalnya, konsumsi minyak sawit di negara tersebut cenderung meningkat.

Direktur Eksekutif Fat and Oils Foods Producers and Consumers Association Rusia Ekaterina A. Esterova mengatakan, 80% minyak sawit yang dikonsumsi Rusia berasal dari Indonesia.

Esterova membeberkan, konsumsi minyak nabati di Rusia sebagian besar berasal dari minyak bunga matahari. Tahun 2017 lalu, total konsumsi minyak sawit di Rusia mencapai sekitar 650.000 ton dimana sekitar 615.000 ton di antaranya diimpor dari Indonesia.

"Karena harga yang lebih murah, minyak sawit semakin diminati. Hanya saja, pertumbuhan konsumsi minyak sawit terhambat oleh kampanye negatif di sini," kata Esterova seperti yang tertera dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Jumat (10/10).

Esterova pun mengatakan pihaknya siap untuk membantu kampanye sawit di Rusia. Dia bilang, perlu dibangun kesadaran bahwa yang membahayakan kesehatan adalah lemak jenuh. Sementara, minyak sawit adlaah yang paling sehat karena tak mengandung lemah jenuh.

Esterova pun mengatakan, adanya kantor perewakilan ini akan memudahkan Rusia untuk berkomukasi dengan pihak Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono pun menyambut baik usulan tersebut. "Akan kami sampaikan kepada pemerintah tentang perlu menjaga pasar Rusia ini," kata Joko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×