kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Rusia dekati RI untuk bangun kilang dan smelter


Rabu, 03 Desember 2014 / 14:53 WIB
ILUSTRASI. Simak 5 negara tujuan teratas migrasi para orang kaya dunia alias milyuner


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Rusia melirik peluang kerja sama di sektor energi dengan Indonesia. Pagi ini, Rabu (3/12/2014), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Guluzin menyambangi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said. 

Pertemuan berlangsung lebih kurang satu jam. Dubes Rusia Mikhail mengatakan, pertemuan ini merupakan kelanjutan dari pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing, beberapa waktu lalu.

"Kami rasa Indonesia adalah mitra Rusia yang baik, dengan kondisi ekonomi dan investasi yang sangat positif dibandingkan negara-negara lain di dunia," ucap Mikhail. 

Dia mengatakan, dalam pertemuannya dengan Sudirman Said, keduanya membahas kemungkinan kerja sama dalam pembangunan kilang serta smelter. 

Untuk diketahui, perusahaan asal Rusia, yaitu Russian United Co Rusal PLC (Rusal), berencana membangun smelter alumina dan bauksit di Kalimantan Barat. 

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Teguh Pamudji menjelaskan, kedua negara akan membentuk working group untuk merealisasikan rencana kerja sama tersebut.

Dia menambahkan, tidak tertutup kemungkinan kerja sama juga akan dilakukan di luar pembangunan kilang dan smelter. "Kerja sama di semua sektor di ESDM. Jadi, tidak cuma migas atau mineral saja," kata Teguh. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×