kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   -30.000   -1,12%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Masa, BI Perkuat Intervensi


Rabu, 15 April 2026 / 08:42 WIB
Rupiah Tembus Rekor Terlemah Sepanjang Masa, BI Perkuat Intervensi
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (AFP/BAY ISMOYO)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

Namun, strategi ini bukan tanpa biaya. BI harus membayar mahal lewat imbal hasil tinggi SRBI untuk menarik investor.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menghitung, biaya yang dikeluarkan BI untuk menopang rupiah melalui instrumen ini berkisar Rp 6,2 triliun hingga Rp 8,4 triliun per tahun, dengan titik tengah sekitar Rp 7,2 triliun–Rp 7,3 triliun.

Meski demikian, biaya tersebut dinilai masih sebanding dibanding risiko jika rupiah terus melemah.

Baca Juga: Rupiah Tembus 17.105 per Dolar AS, Ada Apa di Balik Rekor Terburuk Ini?

Pelemahan lebih dalam berpotensi memicu inflasi impor, meningkatkan beban subsidi energi, mendorong kenaikan imbal hasil surat utang negara (SBN), hingga memperlebar defisit APBN.

Dengan posisi rupiah di level terlemah sepanjang masa, tantangan ke depan masih besar. Stabilitas kurs kini sangat bergantung pada kombinasi kebijakan domestik dan perkembangan global, terutama arus modal dan sentimen investor.

BI jelas tidak tinggal diam. Namun, pasar juga mengirim sinyal: menjaga rupiah di tengah tekanan global saat ini bukan lagi soal intervensi sesaat, melainkan pertarungan daya tarik investasi jangka menengah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×