kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Rupiah Mendadak Menguat, Ini 4 Faktor Pendongkraknya Menurut Profesor Ekonomi


Kamis, 29 Januari 2026 / 04:52 WIB
Rupiah Mendadak Menguat, Ini 4 Faktor Pendongkraknya Menurut Profesor Ekonomi
ILUSTRASI. Mata uang Indonesia menguat tak terduga! Profesor Anton Agus Setyawan beberkan 4 alasan di balik pergerakan rupiah yang mengejutkan ini. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Selain dorongan domestik, penguatan nilai tukar rupiah juga dipengaruhi oleh kondisi eksternal. Salah satu faktornya adalah pelemahan indeks dolar Amerika Serikat.

Anton menyebutkan bahwa, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis bulan Januari 2026 tidak sesuai dengan ekspetasi pasar.

"Jadi lebih buruk dari yang diharapkan oleh pasar," ulas Anton.

Kondisi tersebut membuat dolar Amerika Serikat melemah di pasar global. Imbasnya, bukan hanya rupiah saja yang menguat, melainkan juga mata uang di Asia.

"Jadi tidak hanya rupiah saja, tapi banyak mata uang di Asia yang kemudian mengalami penguatan," imbuh Anton.

Masih mengutip dari laporan Kompas.com, Rabu (28/1/2026), beberapa mata uang negara Asia ada yang menguat. Ringgit Malaysia menguat 0,76 persen, dollar Taiwan naik 0,49 persen, won Korea Selatan melonjak 0,36 persen, peso Filipina merangkak naik 0,35 persen, serta yuan China menguat tipis 0,08 persen.

Rendahnya sentimen geopolitik

Sektor eksternal lainnya yang menyebabkan penguatan rupiah adalah merendahnya sentimen geopolitik.

Anton menyebutkan, ketegangan geopolitik di berbagai negara mulai menurun.

"Jadi terkait dengan isu militer di Greenland, kemudian ketidakstabilan di berbagai tempat yang mulai mereda. Terutama isu Greenland itu kan mereda karena Amerika menurunkan tensi, Eropa juga begitu," terang Anton.

Tonton: Aktivasi Akun Coretax DJP Tembus 12,5 Juta Wajib Pajak per 26 Januari 2026

Nah, meredanya ketidakpastian global tersebut mendorong penguatan mata uang, termasuk rupiah.

"Jadi ini yang mempengaruhi penguatan rupiah juga," tekan Anton.

Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Kompas.com berjudul "Rupiah Kembali Menguat, Profesor Ekonomi Sebut 4 Faktornya"

Selanjutnya: Sehari Naik Dua Kali, Melejit Grafik Harga Emas Antam Batangan (28 Januari 2026)

Menarik Dibaca: Harga Emas Antam Tembus Rp 3 Juta Rabu Sore 28 Januari 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×