kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Rupiah Lesu, BI: Andalkan Triple Intervention dan Komunikasi dengan Pelaku Pasar


Senin, 03 Maret 2025 / 15:59 WIB
Rupiah Lesu, BI: Andalkan Triple Intervention dan Komunikasi dengan Pelaku Pasar
ILUSTRASI. Rupiah spot ditutup di level Rp 16.480 per dolar AS pada hari ini (3/3), masih lebih rendah dari target pemerintah Rp 16.100 per dolar AS


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) terus berupaya menstabilkan nilai tukar rupiah. Asal tahu saja, nilai tukar rupiah di pasar spot berhasil rebound dan ditutup menguat 0,7% ke ke level Rp 16.480 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini (3/3).

Nilai tukar rupiah tersebut, masih melemah bila dibandingkan dengan asumsi dalam ekonomi makro APBN 2025 mencapai Rp 16.100 per dolar AS.

Koreksi rupiah makin terasa di pekan terakhir bulan Februari 2025. Di mana, pada Jumat (28/3), rupiah tembus ke Rp 16.596 per dolar AS, rekor penutupan paling buruk sejak Juni 1998. 

Direktur Eksekutif Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Edi Susianto mengungkapkan, salah satu jurus andalan BI dalam menjaga stabilitas rupiah, adalah dengan triple intervention, atau intervensi di pasar spot, untuk menahan pelemahan nilai tukar rupiah lebih lanjut.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.480 Per Dolar AS Pada Hari Ini, Paling Kuat di Asia

“Dan  juga melakukan komunikasi dengan pelaku pasar,” tutur Edi kepada Kontan, Senin (3/3).

Selain itu, BI juga melihat posisi cadangan devisa Indonesia saat ini masih sangat cukup dan aman untuk melakukan intervensi rupiah.

Sebagaimana  diketahui, cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2025 tercatat sebesar US$ 156,1 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan posisi pada akhir Desember 2024 sebesar US$ 155,7 miliar.

Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, BI selalu berada di pasar dan hampir setiap hari melakukan intervensi untuk menjaga nilai tukar rupiah, baik di pasar spot, maupun Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).

“Hampir setiap hari kita intervensi baik di pasar spot maupun DNDF agar rupiah tetap stabil,” tutur Perry dalam konferensi pers, Rabu (19/2).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×