Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia masih relatif aman meski nilai tukar rupiah mengalami pelemahan yang lebih dalam dibandingkan negara-negara di kawasan.
Destry mengatakan, pelemahan nilai tukar tidak hanya dialami Indonesia. Sejumlah negara lain, khususnya dalam kelompok peer group Indonesia atau negara berkembang (emerging market), juga mengalami tekanan serupa.
“Jadi kalau kita lihat juga Indonesia enggak sendiri. Jadi ada negara lain juga mengalami pelemahan, khususnya di peer groups kita (emerging market). Cuma memang belakangan kita agak lebih dalam (pelemahan kurs) karena seperti yang disampaikan oleh Pak Gubernur, itu adalah persepsi,” ujar Destry dalam konferensi pers, Rabu (21/1/2026).
Baca Juga: Gubernur BI Beberkan Penyebab Rupiah Anjlok Sepanjang Januari 2026
Menurutnya, Bank Indonesia perlu terus memperbaiki persepsi pasar dan menunjukkan bahwa kondisi fundamental Indonesia masih terjaga.
“Oleh karena itu, kita memang perlu memperbarui (memperbaiki) persepsi itu dan menunjukkan bahwa sejauh ini kita masih relatif aman,” katanya.
Destry menegaskan, salah satu penopang utama stabilitas nilai tukar rupiah adalah posisi cadangan devisa yang masih sangat kuat. Hingga saat ini, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$ 156 miliar.
“Tadi disampaikan juga cadangan devisa kita masih sangat kuat di US$ 156 miliar,” tegasnya.
Selain itu, kata Destry, BI juga terus melakukan berbagai langkah stabilisasi, mulai dari smart intervention hingga optimalisasi operasi moneter dengan segala instrumen yang dimiliki.
Baca Juga: Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 4,75%, Fokus Jaga Stabilitas Rupiah
Instrumen tersebut mencakup optimalisasi pemanfaatan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), pengelolaan suku bunga, serta upaya meningkatkan daya tarik aset rupiah melalui imbal hasil yang lebih menarik.
“Baik itu dengan mengoptimalkan pemanfaatan dari SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) ataupun juga dengan suku bunga, atau juga memang membuat aset rupiah itu menjadi lebih atraktif dengan imbal hasil yang lebih menarik,” jelasnya.
Destry juga menyoroti perkembangan positif dalam penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT). Berdasarkan data BI, sepanjang Januari hingga Desember 2025, volume transaksi LCT meningkat signifikan.
“Kalau kita lihat data LCT di bulan Desember, di sepanjang tahun Januari sampai Desember 2025, ternyata volumenya meningkat dengan sangat besar,” ujarnya.
Pada akhir Desember 2025, volume LCT tercatat mencapai US$ 25,66 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang sebesar US$ 12,5 miliar. Menurut Destry, peningkatan ini menunjukkan penggunaan mata uang selain dolar AS semakin meluas dan dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar.
“Jadi artinya menggunakan mata uang lain selain dolar ini tentunya juga menjadi suatu strategi bagi kami sehingga tentunya itu juga akan mengurangi ketergantungan terhadap dolar,” katanya.
Baca Juga: Rupiah Cetak Rekor Terlemah, Risiko Defisit Transaksi Berjalan Mengintai
Ke depan, BI juga terus mengembangkan pasar non-dolar. Dalam satu bulan terakhir, BI telah membuka perdagangan rupiah dengan yen Jepang serta dengan renminbi (RMB) China, yang menunjukkan tren peningkatan.
“Kami sudah membuka juga pasar untuk rupiah yen dengan Jepang, kemudian juga dengan RMB, dengan Tiongkok. Dan ini juga kita lihat trennya terus mengalami peningkatan,” ujar Destry.
Langkah ini dinilai penting karena berdasarkan data transaksi perbankan, banyak bank sebenarnya membutuhkan RMB atau CNY, namun selama ini masih bertransaksi melalui dolar AS terlebih dahulu.
“Mereka beli dolar, baru kemudian mereka beli RMB atau CNY. Nah ini yang kami coba potong,” kata Destry.
Dengan pengembangan pasar rupiah–CNY, BI mendorong agar kebutuhan transaksi langsung menggunakan pasangan mata uang tersebut.
“Untuk ke depan, mereka yang membutuhkan CNY, itu kita akan dorong supaya pasar rupiah–CNY juga akan aktif,” pungkasnya.
Selanjutnya: Pemerintah Naikkan Batas Pembelian Beras SPHP Jadi 25 Kg, Bulog Siapkan 1,5 Juta Ton
Menarik Dibaca: Promo Indomaret Harga Spesial 21-26 Januari 2026, Snack-Body Care Diskon hingga 40%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













