kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Rini minta BUMN dikecualikan dari tarif valas


Senin, 13 April 2015 / 19:14 WIB
ILUSTRASI. PT ACE Hardware Indonesia Tbk (ACES)


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Mesti Sinaga

JAKARTA. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno ingin bertemu dengan sejumlah kementerian untuk membahas penggunaan tarif dalam valuta asing (valas) oleh perusahaan BUMN. Kata Rini, banyak hal yang harus dia jelaskan mengapa masih ada perusahaan plat merah yang memakai tarif dalam valas.

Misalnya PT Pertamina atau PT Pelindo yang masih memasang tarifnya dalam valas. Menurut Rini, ada hal-hal yang memang mengharuskan demikian. "Kita hubungkan dengan perdagangan luar negeri, ini akan kita bicarakan," ujar Rini, Senin (13/4) di Istana Negara, Jakarta.

Sebelumnya, Pertamina mengaku masih mematok tarif dalam valas karena mengikuti ketentuan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam APBN, asumsi harga minyak ditetapkan dalam Dollar Amerika Serikat.

Menteri Kuangan Bambang Brodjonegoro menandaskan, penggunaan tarif dalam valas harus ditertibkan. Sesuai  Undang-Undang Mata Uang, semua transaksi di dalam negeri harus menggunakan tarif dalam mata uang rupiah.

Namun, Bambang bersedia membahas permintaan Menteri BUMN. Manurutnya, kalaupun ada kelonggaran, minimal transaksinya tetap memakai rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×