kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.916   16,00   0,09%
  • IDX 6.330   -10,14   -0,16%
  • KOMPAS100 835   -4,57   -0,54%
  • LQ45 632   -4,95   -0,78%
  • ISSI 218   -0,24   -0,11%
  • IDX30 356   -2,51   -0,70%
  • IDXHIDIV20 441   -2,94   -0,66%
  • IDX80 95   -0,58   -0,60%
  • IDXV30 119   -0,18   -0,15%
  • IDXQ30 114   -0,88   -0,76%

RI-Rusia bentuk komite ad hoc proyek investasi


Selasa, 11 November 2014 / 19:24 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah tengah membahas regulasi soal Harga Acuan Penjualan (HAP) gula. Ini untuk merespons kenaikan harga gula di dunia.


Reporter: Handoyo | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pemerintah Rusia dan Indonesia berencana membentuk komite ad hoc untuk menyusun percepatan proyek investasi seperti railway project, green energy, migas, dan pertanian yang akan dikembangkan Rusia di Indonesia. 

Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel menerangkan, penekanan kerjasama pada sektor pertanian khususnya produk minyak sawit mentah (CPO) agar mengikuti standar internasional. "Indonesia meminta Rusia untuk menyesuaikan standar internasional yang berlaku terhadap produk CPO. Rusia juga akan berusaha mencarikan solusinya dengan kementerian terkait di Rusia,” jelas Rachmat, dalam siaran persnya, Selasa (11/11).

Dalam pertemuan ini, Rusia juga akan menanamkan investasi pada pembangunan jalur kereta api di Kalimantan. Rusia berharap pemerintahan Joko Widodo memberikan dukungan agar proyek pembuatan jalur kereta api di Kalimantan dengan jumlah investasi sebesar US$ 1,5 miliar dapat terlaksana tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×