kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

RI-Korsel Sepakati 10 Kerja Sama Strategis, Dorong Ekonomi dan Industri Masa Depan


Kamis, 02 April 2026 / 05:35 WIB
RI-Korsel Sepakati 10 Kerja Sama Strategis, Dorong Ekonomi dan Industri Masa Depan
RI-Korea Sepakati 10 Kerja Sama di Sektor Energi hingga Industri (Dok/BPMI Setpres)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia dan Republik Korea resmi menandatangani sepuluh nota kesepahaman (MoU) kerja sama strategis di berbagai sektor pada Rabu (1/4/2026). 

Penandatanganan ini disaksikan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House).

Kerja sama yang tercapai mencakup sektor ekonomi, energi, digital, kesehatan, industri masa depan, serta keuangan. 

Baca Juga: Multicrane Perkasa Intip Peluang Kerjasama dari Industri dan Infrastruktur di Cilegon

Kesepuluh MoU tersebut antara lain:

  1. Dialog Strategis Komprehensif Khusus – Membuka jalur komunikasi dan koordinasi strategis tingkat tinggi antara kedua negara.
  2. Kerja Sama Ekonomi 2.0 – Memperkuat hubungan perdagangan, investasi, dan peluang bisnis bilateral.
  3. Kemitraan Mineral Kritis – Mendukung pengelolaan dan pasokan mineral strategis bagi industri energi dan teknologi.
  4. Pengembangan Digital – Kolaborasi dalam transformasi digital dan pengembangan teknologi informasi.
  5. AI untuk Kesehatan Dasar dan Pembangunan Manusia – Pemanfaatan kecerdasan buatan untuk sektor kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
  6. Energi Bersih – Penguatan kerja sama dalam pengembangan energi ramah lingkungan, termasuk energi terbarukan.
  7. Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (CCS) – Inisiatif bersama untuk menekan emisi karbon dan mendukung net zero emission.
  8. Industri Jasa Pembangkit Lepas Pantai – Kolaborasi di sektor energi lepas pantai, termasuk pembangunan dan operasional fasilitas energi.
  9. Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual – Penguatan sistem perlindungan dan penegakan hak cipta, paten, dan merek dagang.
  10. Kerja Sama Keuangan – Melibatkan Danantara dan Exim Bank of Korea untuk memperkuat konektivitas keuangan dan investasi bilateral.

Baca Juga: RI-Jepang Komitmen Kerja Sama Mineral Kritis dan Tanah Jarang

Pemerintah menegaskan bahwa MoU ini merupakan komitmen kedua negara untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, memperkuat ketahanan industri, serta mempercepat transformasi menuju ekonomi berbasis teknologi dan energi bersih.

Presiden Lee Jae Myung menekankan pentingnya Indonesia sebagai mitra utama dalam ketahanan energi dan stabilitas global. 

Ia memuji pasokan LNG dan batubara Indonesia yang stabil bagi Korea, sekaligus menekankan perlunya kerja sama ekonomi untuk meminimalkan dampak isu global. 

"Kerja sama antara kedua negara yang memiliki nilai demokrasi, perdagangan bebas, dan tatanan berbasis aturan akan bersinar terang, terutama dalam situasi krisis seperti sekarang," ujar Lee.

Baca Juga: RI - Korea Selatan Sepakat Perluas Kerja Sama Ekonomi dan Jaga Stabilitas Kawasan

Selain itu, Lee menyebut Indonesia sebagai tujuan utama investasi dan mitra strategis dalam pengembangan industri, termasuk kendaraan listrik dan industri pertahanan. 

Ia menyoroti bahwa kolaborasi ini menjadi simbol masa depan kedua negara dan membuka peluang proyek baru yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo kali ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat tertinggi melalui Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus, hubungan yang menurut Lee hanya dimiliki Korea Selatan dengan satu negara di dunia.

Baca Juga: Bahlil: Kerja Sama Mineral Kritis dengan AS Tak Buka Ekspor Bahan Mentah

Melalui kerja sama ini, Indonesia dan Korea Selatan menegaskan arah bersama menuju pembangunan berkelanjutan, peningkatan daya saing industri, serta kolaborasi jangka panjang yang menguntungkan kedua negara, sekaligus memperkuat peran sebagai kekuatan menengah yang berkontribusi pada stabilitas dan perdamaian global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×