kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.966   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

RI ingin jadikan Iran hub CPO hingga kopi


Senin, 27 Februari 2017 / 13:14 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memimpin delegasi Indonesia dalam lawatan ke Iran pada 26-27 Februari 2017.

Sejumlah isu perdagangan dibahas, diantaranya mendorong penyelesaian pembahasan preferential trade agreement (PTA). Bagi Indonesia, PTA sangat penting lantaran pemerintah memiliki misi spesial.

"Kita juga ingin menjadikan Iran tidak hanya sebagai pasar namun juga hub di kawasan Asia Tengah dan Timur Tengah,” ujarnya di sela-sela lawatannya seperti dikutip dari siaran pers, Jakarta, Senin (27/2).

Melalui PTA, pengaturan perdagangan bisa dilakukan oleh kedua negara termasuk memprioritaskan masuknya produk-produk unggulan dari Indonesia maupun Iran.

Dengan begitu tutur Darmin, produk unggulan Indonesia seperti, minyak kelapa sawit (CPO), karet, tekstil, kertas hingga kopi bisa masuk ke Iran dengan leluasa.

Diharapkan, PTA membantu mewujudkan keinginan pemerintah menjadikan Iran sebagai hub produk unggulan Indonesia di Timur Tengah.

“Tadi kami juga menekankan pentingnya penyelesaian PTA antara Indonesia dan Iran pada bulan Juni 2017," kata Darmin. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×