kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.920   73,00   0,41%
  • IDX 6.116   -79,29   -1,28%
  • KOMPAS100 811   -13,46   -1,63%
  • LQ45 609   -10,35   -1,67%
  • ISSI 212   -2,84   -1,33%
  • IDX30 345   -4,85   -1,39%
  • IDXHIDIV20 424   -4,03   -0,94%
  • IDX80 92   -1,74   -1,86%
  • IDXV30 116   -1,40   -1,19%
  • IDXQ30 111   -1,35   -1,21%

RI Berencana Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Harganya Harus Cengli!


Senin, 11 Mei 2026 / 20:56 WIB
RI Berencana Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Harganya Harus Cengli!
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat di Kantor Kementerian ESDM, Jaka (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah membuka peluang besar untuk melakukan ekspor listrik ke Singapura guna memperkuat jaringan power grid di kawasan ASEAN. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memberikan catatan bahwa kerja sama tersebut harus mengedepankan prinsip keadilan harga.

Bahlil mengungkapkan, pemerintah intens melakukan komunikasi dengan berbagai delegasi di Asia Tenggara mengenai pengembangan interkoneksi listrik.

Baca Juga: Bahlil Sebut Pengusaha Nikel RI dan Filipina Jajaki Kerja Sama Business to Business

"Sekarang kan kita sudah bangun jaringan antara Malaysia, Indonesia. Sebentar lagi akan masuk Filipina. Memang Singapura minta," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Senin (11/5).

Menurut Bahlil, gagasan interkoneksi antarnegara ini merupakan langkah positif selama memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Ia mencontohkan kerja sama yang sudah terjalin antara Indonesia dan Malaysia di wilayah Kalimantan sebagai model yang ideal.

"Ini sebenarnya ide yang bagus selama saling menguntungkan seperti kita melakukan kerjasama antara Malaysia dan Indonesia itu kan kita juga impor listrik dari Malaysia, PLTA kita lewat Kalimantan. Itu bagus, harganya cengli (adil)," kata Bahlil.

Meski siap memenuhi permintaan Singapura untuk ekspor listrik dari tanah air, Bahlil menegaskan bahwa kesepakatan nilai ekonomi atau harga jualnya tidak boleh merugikan Indonesia.

"Tapi untuk Singapura kita juga akan ekspor tapi harganya juga harus cengli. Selama itu belum kita bicara tentang win-win, maka saya pikir penting untuk dilakukan kajian lebih mendalam," pungkasnya.

Baca Juga: Ekonom Bank Mandiri: 2026 Jadi Skenario Ekonomi Paling Rumit Sepanjang Sejarah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×