kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.090   10,00   0,06%
  • IDX 5.417   29,52   0,55%
  • KOMPAS100 700   2,88   0,41%
  • LQ45 544   -0,39   -0,07%
  • ISSI 186   2,74   1,49%
  • IDX30 304   -1,00   -0,33%
  • IDXHIDIV20 401   1,41   0,35%
  • IDX80 80   0,17   0,21%
  • IDXV30 112   1,21   1,09%
  • IDXQ30 101   0,02   0,02%

Rhoma Irama: Indonesia berubah jadi bangsa arogan


Jumat, 25 April 2014 / 21:51 WIB
ILUSTRASI. Gedung Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Foto: KONTAN/Muradi


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bakal calon Presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rhoma Irama, mengaku prihatin dengan perubahan budaya bangsa Indonesia yang menjadi liberalis. Menurut Rhoma, dirinya melihat Indonesia sudah terkontaminasi budaya luar yang bukan budaya Indonesia. Ia menyoroti mudahnya setiap orang mencaci satu sama lain dan merusak fasilitas umum.

"Indonesia mulai terkontaminasi budaya liberal. Dulu di mata internasional, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa peramah, sekarang menjadi bangsa pemarah. Dulu dikenal bangsa yang sopan, sekarang bangsa yang arogan," ujar Rhoma saat ditemui di kediamannya, Jumat (25/4).

Pria berjuluk raja dangdut itu juga prihatin tak ada lagi sopan santun yang dijunjung dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Menurutnya saat ini setiap orang bebas menghina dalam kehidupan bermasyarakat akibat pengaruh budaya liberal.

"Tidak ada lagi sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat bernegara. Mencaci, saling hujat dalam masyarakat. Sekarang kita boleh menghina Presiden seperti kerbau. Belum lagi kejahatan-kejahatan lainnya seperti korupsi dan narkoba. Bukti bangsa ini telah keluar dari Pancasila," imbuhnya. (Danang Setiaji Prabowo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×