kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Rhoma Irama: Indonesia berubah jadi bangsa arogan


Jumat, 25 April 2014 / 21:51 WIB
ILUSTRASI. Gedung Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Foto: KONTAN/Muradi


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bakal calon Presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rhoma Irama, mengaku prihatin dengan perubahan budaya bangsa Indonesia yang menjadi liberalis. Menurut Rhoma, dirinya melihat Indonesia sudah terkontaminasi budaya luar yang bukan budaya Indonesia. Ia menyoroti mudahnya setiap orang mencaci satu sama lain dan merusak fasilitas umum.

"Indonesia mulai terkontaminasi budaya liberal. Dulu di mata internasional, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa peramah, sekarang menjadi bangsa pemarah. Dulu dikenal bangsa yang sopan, sekarang bangsa yang arogan," ujar Rhoma saat ditemui di kediamannya, Jumat (25/4).

Pria berjuluk raja dangdut itu juga prihatin tak ada lagi sopan santun yang dijunjung dalam kehidupan bernegara dan berbangsa. Menurutnya saat ini setiap orang bebas menghina dalam kehidupan bermasyarakat akibat pengaruh budaya liberal.

"Tidak ada lagi sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat bernegara. Mencaci, saling hujat dalam masyarakat. Sekarang kita boleh menghina Presiden seperti kerbau. Belum lagi kejahatan-kejahatan lainnya seperti korupsi dan narkoba. Bukti bangsa ini telah keluar dari Pancasila," imbuhnya. (Danang Setiaji Prabowo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×