kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.015   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.239   3,07   0,05%
  • KOMPAS100 819   2,91   0,36%
  • LQ45 624   2,43   0,39%
  • ISSI 216   0,91   0,42%
  • IDX30 350   -0,04   -0,01%
  • IDXHIDIV20 430   -0,32   -0,07%
  • IDX80 94   0,40   0,43%
  • IDXV30 119   1,62   1,37%
  • IDXQ30 112   -0,06   -0,05%

Demokrat mengarah koalisi dengan PKB, PAN dan PKS


Jumat, 25 April 2014 / 10:26 WIB
ILUSTRASI. Cara mengatasi akun WhatsApp diblokir sementara.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Setelah Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April lalu, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) nyaris tidak terdengar aktivitas politiknya. SBY belum intens melakukan pergerakan untuk melakukan koalisi.

Berbeda dengan elite atau petinggi partai politik lainnya yang grasa grusu ke sana kemari bertemu elite partai lainnya menjalin koalisi untuk Pilpres 2014 mendatang.

Meski demikian, Pakar komunikasi Politik, Heri Budianto melihat Partai Demokrat mengarah untuk membuka poros baru koalisi. Pasalnya, dengan perolehan 10 persen, Demokrat masih berpeluang membuka poros baru ditengah munculnya 3 poros yang sudah ada.

Terbentuknya poros baru dibawah Demokrat, menurut Heri, akan sangat bergantung pada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Tapi menurut Heri, peluang kearah terbangunnya koalisi baru bentukan Demokrat ada. Yakni, PKB yang mulai menawarkan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai cawapres. Jika ini yang terjadi, maka agak sulit diterima oleh PDIP dan Gerindra.

Jika tawaran PKB ini tak menyambung dengan poros PDIP dan Gerindra juga Golkar, maka PKB akan ke SBY.

"Jika SBY melakukan lobby," tutur Heri kepada Tribunnews.com, Jumat (25/4/2014).

Sementara, dia melihat PAN dan PKS lebih nyaman bersama Demokrat jika nanti SBY benar-benar melakukan peluang ada poros baru.

"Nah ini bisa menjadi poros alternatif dan memunculkan capres alternatif," jelasnya. (Srihandriatmo Malau)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×