kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Revisi UU, anggota DPR akan lebih kebal hukum


Minggu, 06 Juli 2014 / 21:30 WIB
ILUSTRASI. Pendaftaran mudik gratis 2023 di program Mudik Bersama Matahari telah resmi dibuka. Begini syarat dan cara daftarnya (Instagram/Matahari)


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Koalisi Masyarakat Sipil untuk Perubahan Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) mendesak agar Panitia Khusus revisi UU MD3 menghapus pasal-pasal yang cenderung membuat anggota DPR sulit disentuh hukum, termasuk pidana khusus  korupsi.

"Pasal 220 naskah revisi UU MD3 memuat ketentuan yang cenderung membuat anggota DPR sulit untuk disentuh proses hukum," kata salah satu anggota Koalisi Masyarakat Sipil untuk Perubahan UU MD3 Donald Fariz, Minggu (6/7).

Koalisi terdiri dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Transparancy International Indonesia (TII), Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Indonesia Budget Center (IBC), dan beberapa LSM lainnya.

Pasal 220 RUU MD3 tersebut disebutkan bahwa pemeriksaan anggota DPR khususnya yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi harus seizin Presiden RI.

Ketentuan tersebut dinilai dapat berimplikasi pada proses hukum yang semakin berbelit dan menimbulkan celah penghilangan atau perusakan alat bukti. Aturan tersebut juga dinilai akan membuat proses hukum terhadap anggota DPR macet. Anehnya menurut Donald, aturan ini tidak berlaku bagi DPD dan DPRD.

Oleh karena itu, pihaknya berencana untuk menghadap fraksi-fraksi di DPR terkait hal ini setelah sebelumnya telah menghadap dan beraudiensi dengan fraksi PDIP di Gedung DPR beberapa waktu lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×