kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Respons Jokowi soal kemungkinan melakukan lockdown saat korban corona meningkat


Jumat, 13 Maret 2020 / 15:48 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo memberikan kata sambutan dalam pembukaan Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) tahun 2020 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (12/3/2020). ASAFF Tahun 2020 yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) merupakan hasil


Reporter: | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo mengaku belum memikirkan mengambil langkah menutup pintu masuk negara atau lockdown meskipunc ara itu dinilai sebagai salah satu langkah untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19). Sejumlah negara sudah mengambil langkah lockdown.

"Belum berpikir ke arah sana," ujar Jokowi usai meninjau Bandara Soekarno Hatta, Jumat (13/3). Beberapa negara yang melakukan lockdown antara lain adalah Italia, Denmark, Irlandia, dan negara lain untuk beberapa wilayah seperti Kota Manila dan Kota Daegu, Korea Selatan.

Baca Juga: Cegah penyebaran virus corona, Masjid Istiqlal disemprot cairan disinfektan

Padahal Jokowi bilang Indonesia memiliki 135 pintu masuk internasional baik bandara mau pun pelabuhan. Tidak hanya opsi lockdown, pencabutan bebas visa juga masih belum bertambah.

Pencabutan bebas visa baru diterapkan untuk China, Italia, Korea Selatan, dan Iran. Status pandemi yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat sejumlah negara meninjau bebas visa.

Baca Juga: Gara-gara corona, kaum millenial kini jadi doyan minum jamu




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×