kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Resmi, Indonesia Ubah Ejaan Nama Negara Asing, Thailand Jadi Tailan, Swiss Jadi Swis


Sabtu, 17 Januari 2026 / 08:20 WIB
Resmi, Indonesia Ubah Ejaan Nama Negara Asing, Thailand Jadi Tailan, Swiss Jadi Swis
ILUSTRASI. Resmi, Indonesia Ubah Ejaan Nama Negara Asing, Thailand Jadi Tailan, Swiss Jadi Swis


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pemerintah Indonesia resmi memperbarui standardisasi ejaan nama-nama negara dalam bahasa Indonesia melalui forum internasional. Kebijakan ini disampaikan dalam dokumen bernomor GEGN.2/2025/122/CRP.122 pada sidang United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) di New York, Amerika Serikat, yang berlangsung pada 28 April–2 Mei 2025.

Melalui dokumen tersebut, Indonesia menetapkan penyesuaian ejaan sejumlah nama negara asing agar lebih selaras dengan sistem bunyi dan ejaan bahasa Indonesia, tanpa menyimpang dari ketetapan resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Beberapa contoh perubahan ejaan yang disepakati antara lain Thailand menjadi Tailan, Paraguay menjadi Paraguai, Afghanistan menjadi Afganistan, Bangladesh menjadi Banglades, serta Swiss menjadi Swis.

Baca Juga: KLik Penerimaan.polri.go.id, Polri Buka Rekrutmen Calon Perwira Polisi, Cek Gajinya

Inisiatif Indonesia Sejak 2019

Standardisasi ejaan ini merupakan hasil inisiatif jangka panjang delegasi Indonesia yang telah dimulai sejak 2019. Pada tahun tersebut, Indonesia mengajukan daftar komprehensif nama-nama negara dan ibu kota dunia dalam sesi perdana UNGEGN.

Hal ini tercantum dalam dokumen UNGEGN berjudul *Updated world country names: short and formal names, Submitted by Indonesia* tertanggal 10 Maret 2025. Upaya tersebut kemudian diperkuat pada 2024 melalui penyempurnaan ejaan yang lebih akurat secara ortografis dan fonologis.

Tujuan utama kebijakan ini adalah menyesuaikan penulisan nama negara asing agar lebih sesuai dengan kaidah pelafalan dan tata tulis bahasa Indonesia, sekaligus memperkuat konsistensi penamaan geografis di tingkat nasional dan internasional.

Tonton: Fantastis! Jam Tangan Sultan Seharga 1000 Kali UMR

Penjelasan Badan Bahasa

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, membenarkan adanya perubahan ejaan sejumlah nama negara dalam bahasa Indonesia. Ia menjelaskan bahwa tugas penetapan dan pemadanan ejaan baku nama negara asing merupakan kewenangan utama Badan Informasi Geospasial (BIG).

Dalam pelaksanaannya, BIG bekerja sama dengan Badan Bahasa, Kementerian Luar Negeri, perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, serta para pakar linguistik melalui Sidang Komisi Istilah.

“BIG merupakan lembaga otoritas utama penamaan geografis nasional Indonesia, termasuk standardisasi nama-nama geografis asing seperti nama negara, pulau, dan sungai agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia,” ujar Hafidz kepada Kompas.com, Jumat (16/1/2026).

Menurutnya, penyesuaian ejaan seperti Thailand menjadi Tailan dan Paraguay menjadi Paraguai dilakukan berdasarkan pertimbangan fonologi dan ortografi bahasa Indonesia.

Baca Juga: Modus Pinjaman Syariah DSI Terbongkar: Investor Wajib Tahu Pola Skema Ponzi

Akan Masuk KBBI

Hafidz menambahkan, pembaruan ejaan nama negara ini telah disampaikan secara resmi ke forum UNGEGN sekitar tahun 2025. Setelah ditetapkan secara internasional, nama-nama tersebut akan dimasukkan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pada edisi pemutakhiran berikutnya.

Sementara itu, Badan Bahasa tetap berfokus pada pembinaan bahasa Indonesia secara umum, termasuk pengindonesiaan kata asing, pemadanan istilah, dan pengayaan kosakata nasional.

Tonton: Iran Lawan Intervensi AS, China Dukung

Daftar Nama Negara Asia Tenggara Versi Terbaru

Dalam dokumen tersebut, tercantum 194 nama negara di dunia yang telah distandarisasi. Berikut daftar penyebutan resmi nama negara Asia Tenggara, baik nama formal maupun singkatnya:

- Brunei Darusalam (formal): Brunei Darusalam  
- Kerajaan Kamboja (formal): Kamboja  
- Republik Indonesia (formal): Indonesia  
- Republik Demokratik Rakyat Laos (formal): Laos  
- Malaysia (formal): Malaysia  
- Republik Perserikatan Myanmar (formal): Myanmar  
- Republik Filipina (formal): Filipina  
- Republik Singapura (formal): Singapura  
- Kerajaan Tailan (formal): Tailan  
- Republik Sosialis Vietnam (formal): Vietnam  
- Republik Demokratik Timor Leste (formal): Timor Leste  

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/01/16/211500165/indonesia-perbarui-ejaan-nama-negara-asing-thailand-jadi-tailan-dan.
 

Nasib Pertumbuhan Global 2026: IMF Ungkap Prediksi Baru, Cek Kenaikan Proyeksi PDB

.

Selanjutnya: KLik Penerimaan.polri.go.id, Polri Buka Rekrutmen Calon Perwira Polisi, Cek Gajinya

Menarik Dibaca: Ternyata, 6 Film Ini Punya Plot Berani Angkat Isu Kekerasan Seksual

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×