kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45949,73   8,09   0.86%
  • EMAS1.030.000 -0,48%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Resesi Ekonomi AS Bakal Berdampak Signifikan ke Indonesia


Selasa, 21 Juni 2022 / 21:20 WIB
Resesi Ekonomi AS Bakal Berdampak Signifikan ke Indonesia
ILUSTRASI. Bulan purnama, yang dikenal sebagai 'Super Pink Moon', naik di atas cakrawala New York dan Empire State Building, seperti yang terlihat dari West Orange, di New Jersey, AS, Senin (26/4/2021). Resesi Ekonomi AS Bakal Berdampak Signifikan ke Indonesia.


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. William Siregar, Senior Analis Equity Research Emtrade melihat adanya dampak ancaman resesi Amerika Serikat terhadap perekonomian Indonesia. Menurutnya seluruh sektor bisnis pastinya akan berdampak, namun tingkat magnitudenya akan berbeda-beda. 

Berkaca pada resesi yang terjadi pada tahun 2020, sektor yang rentan terhadap resesi diantaranya adalah transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi serta makan dan minuman, perdagangan besar dan eceran, serta industri pengolahan batubara dan pengilangan minyak. 

Namun untuk sektor batubara, William mengatakan masih akan relatif resilien mengingat masih tingginya permintaan batubara dari Eropa di tengah konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

“Dampak yang dirasakan oleh negara berkembang termasuk Indonesia pastinya cukup signifikan,” ungkapnya kepada Kontan.co.id, Selasa (21/6). 

Baca Juga: Melihat Dampak Ancaman Resesi Ekonomi AS Terhadap Kinerja Ekspor Industri Teksil

Adapun, tak hanya berdampak pada sektor usaha saja, namun juga berdampak pada keluarnya modal asing di pusat Surat Berharga Negara (SBN) yang berujung pada turunnya nilai tukar rupiah, mengecilnya likuiditas di pasar karena adanya perebutan dana antara pemerintah dan bank, serta naiknya suku bunga di negara berkembang yang mengancam kestabilan operasional perusahaan.

“Potensi resesinya Amerika Serikat secara langsung juga berpotensi menurunkan prospek ekonomi dan operasional bisnis di seluruh dunia termasuk industri di negara berkembang seperti Indonesia. Namun, perusahaan berorientasi ekspor akan sedikit diuntungkan oleh menguatnya nilai tukar dolar AS,” jelasnya. 

Secara historis, ketika adanya resesi pada tahun 2020 lalu, kinerja ekspor Indonesia masih relatif stabil meski turun dari beberapa tahun sebelumnya.

Baca Juga: Menimbang Efek Resesi Amerika Serikat Terhadap Pasar Modal di Indonesia

Hal ini terjadi karena pasar utama ekspor kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup tangguh serta memiliki tingkat pemulihan yang cepat seperti China, AS, Jepang, India, Singapura, dan sebagainya. 

“Karena itu, kita lihat skenario ini kelihatannya akan kembali terjadi jika resesi AS terkonfirmasi,” tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×