kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Rencana Jangka Panjang Prabowo: Tanggul Laut Raksasa untuk Cegah Kebanjiran


Sabtu, 12 Oktober 2024 / 18:27 WIB
Rencana Jangka Panjang Prabowo: Tanggul Laut Raksasa untuk Cegah Kebanjiran
ILUSTRASI. Prabowo Subianto berencana membangun tanggul laut raksasa mulai dari Jakarta sampai Surabaya. Tatan Syuflana/Pool via REUTERS


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Terpilih, Prabowo Subianto berencana membangun tanggul laut raksasa mulai dari Jakarta sampai Surabaya. Tanggul tersebut dibangun untuk mengatasi kenaikan air laut di pantai utara. 

Rencana ini dijelaskan langsung oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Hasim Djojohadikusumo dalam pertemuan bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Senin (7/10). 

Dalam kesempatan itu, Hasim juga mengajak Kadin untuk turut serta menyukseskan program ini. Menurutnya, rencana ini bisa menjadi peluang bagi dunia usaha di bidang konstruksi. 

"Prabowo punya ide ini dikerjakan dengan skema privat public partnership, pemerintah punya saham 20%, 80% silahkan pengembang yang berminat," kata Hasyim dalam giat tersebut. 

Baca Juga: 10 Tahun Pembangunan Infrastruktur, Menteri Basuki: Tidak Ada Kendala Pembiayaan

Adik Prabowo ini mengatakan, tanggul laut perlu dibangun jika pemerintah mencanangkan program ketahanan pangan. 

Musababnya, 40% lahan sawah di Pulau Jawa sebagian besar berada di wilayah pantai utara. Sehingga tanggul raksasa ini untuk memastikan agar sawah-sawah yang produktif di wilayah tersebut tidak tenggelam karena kenaikan laut. 

"Kalau ini tenggelam percuma kita bangun program ketahanan pangan di Papua ataupun di Kalimantan," jelas Hasyim.

Diketahui, pemerintah saat ini mencanangkan program cetak sawah di Papua sebesar 1,5 juta hektare. Selain itu, ada program lumbung pangan atau food estate di Kalimantan Tengah yang masih digarap. 

Lebih lanjut, Hasyim mengaku sudah menjumpai beberapa calon investor asing di Hongkong dan China terkait wacana ini. Menurutnya, mereka juga menyambut baik dan menyatakan minat berinvestasi dalam pembangunannya. 

"China kan bisnis properti lagi jenuh, maka mereka berminat ke Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: Indonesia Ajak Asing Memanggul Proyek Tanggul Laut Bekasi - Tangerang

Walau begitu, Hasyim bilang pembangunan ini merupakan program jangka panjang. Bahkan menurutnya perlu waktu sampai 30 tahun untuk merealisasikan tanggul raksasa ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×