kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.730   22,00   0,12%
  • IDX 6.493   -32,23   -0,49%
  • KOMPAS100 846   -2,73   -0,32%
  • LQ45 640   -4,14   -0,64%
  • ISSI 228   0,02   0,01%
  • IDX30 357   -2,48   -0,69%
  • IDXHIDIV20 435   -2,01   -0,46%
  • IDX80 97   -0,43   -0,44%
  • IDXV30 121   -0,16   -0,13%
  • IDXQ30 113   -0,86   -0,75%

Hatta: Defisit RAPBN 2011 cukup 1,7%


Sabtu, 11 September 2010 / 07:30 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Perekonomian optimistis, asumsi RAPBN 2011 yang menetapkan defisit anggaran 1,7% dari produk domestik bruto (PDB), sudah dapat mendorong pertumbuhan di atas 6%.

Karena itulah, Hatta mengaku tidak sependapat dengan adanya usulan dari Komite Ekonomi Nasional agar pemerintah menaikkan asumsi defisit anggaran hingga sebesar 3%. "Defisit 1,7% karena pemerintah masih memperhitungkan risiko-risiko dari masih belum pulihnya keadaan ekonomi di Eropa dan sebagainya. Kita ingin APBN lebih prudent," ucap Hatta di sela acara open house Hari Raya Lebaran, Jumat (10/9).

Menurut Hatta, pemerintah berkaca kasus yang melanda sejumlah negara Eropa dengan kebijakan defisit tinggi namun pada saat krisis ekonomi melanda Yunani, mereka pun ikut terkena imbasnya. Imbas yang dimaksud, negara-negara itu terancam tidak mampu membayar utangnya sendiri.

Soal adanya kabar defisit anggaran sengaja ditekan karena pemerintah kesulitan mencari sumber pembiayaan, hal ini pun dibantah olehnya. "Yang mau membiayai kita banyak sekali. Indonesia negara yang mendekati investment grade, uang itu bukan suatu kendala bagi kita untuk mendapat pinjaman," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×