kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

RAPBN 2020, anggaran PBI JKN naik menjadi Rp 48,8 triliun


Sabtu, 17 Agustus 2019 / 13:26 WIB
ILUSTRASI. RAPBN 2020, anggaran PBI JKN naik menjadi Rp 48,8 triliun


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah melanjutkan kebijakan belanja wajib (mandatory spending) untuk kesehatan sebesar 5% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun 2020 mendatang.

Dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2020, pemerintah menetapkan anggaran kesehatan sebesar Rp 132,2 triliun.

Baca Juga: Sri Mulyani: Mengenai pemindahan ibu kota tidak kami masukkan dalam RAPBN 2020

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, peningkatan anggaran kesehatan di tahun depan dalam rangka meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan. serta penguatan penanganan stunting.

Pemerintah, lanjutnya, akan memperluas penanganan (intervensi) stunting ke 260 kabupaten/kota, dari sebelumnya 160 kabupaten/kota pada tahun 2019.

Sementara, untuk mendukung keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pemerintah juga meningkatkan anggaran Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Anggaran PBI JKN kita tingkatkan secara drastis dari Rp 26,7 triliun (2019) menjadi Rp 48,8 triliun. Antisipasi kenaikan iuran yang sedang akan digodok dan nanti akan ditetapkan,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2020 di kantor pusat Ditjen Pajak, Jumat (16/8).

Baca Juga: Pemerintah targetkan PNBP tahun 2020 sebesar Rp 359,3 triliun




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×