kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Purbaya Klaim Indonesia Jadi Salah Satu Negara Paling Tenang Hadapi Gejolak Global


Kamis, 03 September 2026 / 16:57 WIB
Purbaya Klaim Indonesia Jadi Salah Satu Negara Paling Tenang Hadapi Gejolak Global
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (KONTAN/Nurtiandriyani S)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim Indonesia menjadi salah satu negara yang paling tenang dalam menghadapi gejolak harga minyak dunia yang dipicu oleh konflik geopolitik.

Purbaya mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia, termasuk apabila harga minyak menembus US$ 100 per barel.

Menurutnya, pemerintah telah menghitung dampak kenaikan harga minyak terhadap kondisi fiskal dan mengambil langkah untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali.

"Walaupun harga minyak dunia sampai 100, kita kan tenang-tenang saja, salah satu negara paling tenang di dunia," kata Purbaya dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, Kamis (3/9/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah melakukan pengendalian terhadap belanja negara yang dinilai tidak diperlukan. Di sisi lain, belanja yang dianggap lebih produktif tetap diperbolehkan berjalan.

Baca Juga: BI Yakin Ekonomi RI 2026 Tumbuh di Rentang 4,9%-5,7% Meski Ada Gejolak Global

Strategi tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan fiskal. Purbaya menyebut defisit APBN hingga Juli 2026 berada di sekitar 0,9% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Selain mengendalikan belanja, pemerintah juga memilih menjaga daya beli masyarakat ketika harga minyak dunia meningkat melalui kebijakan subsidi.

Purbaya menilai kebijakan tersebut bukan merupakan pemborosan. Menurutnya, subsidi diperlukan untuk menjaga daya beli sekaligus mengendalikan inflasi.

"Orang bilang boros, enggak boros. Pertama saya bisa menjaga daya beli masyarakat. Kedua bisa mengendalikan inflasi," tegasnya.

Ia mengingatkan, apabila inflasi meningkat akibat kenaikan harga energi, terdapat risiko suku bunga ikut naik. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menekan aktivitas ekonomi dan memperlambat pertumbuhan.

"Kalau inflasi naik, bunga naik, ekonomi pasti melambat. Kita akan melambat arahnya," pungkasnya. 

Baca Juga: Purbaya Klaim Yield SBN Tak Sulit Dikendalikan Meski Pasar Global Bergejolak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×