Reporter: Hervin Jumar | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog siap menyalurkan tambahan jagung pakan sebanyak 150.000 ton untuk peternak hingga akhir 2026.
Penugasan ini diberikan pemerintah untuk memperkuat pasokan jagung pakan, terutama bagi peternak skala menengah dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan Bulog siap menjalankan penugasan tersebut dengan memastikan ketersediaan stok dan memperkuat koordinasi agar jagung pakan dapat menjangkau peternak sasaran.
Baca Juga: Pemerintah Kaji Pengganti Tax Holiday EBT, SUN Energy Usul Insentif Ini
“Realisasi SPHP Jagung yang telah mencapai lebih dari 66% menunjukkan program ini terus berjalan dan dimanfaatkan oleh peternak. Dengan adanya kebijakan penyaluran tambahan 150.000 ton hingga Desember 2026, Bulog siap menjalankan penugasan pemerintah dan memastikan jagung pakan tersedia serta dapat diakses oleh peternak sesuai ketentuan,” ujar Rizal dalam keterangan resminya, Senin (14/9/2026).
Tambahan penyaluran tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan peternak skala menengah dan UMKM. Pemerintah juga mengantisipasi potensi penurunan produksi jagung akibat kondisi kemarau.
Sementara itu, realisasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung 2026 hingga saat ini baru mencapai 159.318,15 ton atau 66,05% dari target 241.199,5 ton.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 81.881,35 ton jagung dari target SPHP Jagung 2026 yang perlu dikejar. Realisasi penyaluran harian tercatat sekitar 259.650 kilogram.
Baca Juga: Tiba di Jakarta, Prabowo Bawa Pesan Kemandirian dari KTT BRICS
Pelaksanaan SPHP Jagung 2026 mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 16 Tahun 2026 tentang Penugasan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026 serta Surat Badan Pangan Nasional Nomor 494/TS.02.02/B/04/2026 mengenai pelaksanaan penyaluran SPHP Jagung di tingkat konsumen.
Rizal mengatakan penguatan SPHP Jagung penting karena biaya pakan menjadi salah satu komponen utama dalam usaha peternakan.
Oleh karena itu, ketersediaan jagung pakan dengan harga terjangkau diharapkan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak.
Bulog selanjutnya akan memperkuat koordinasi dengan Badan Pangan Nasional, pemerintah daerah, koperasi, dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penyaluran jagung pakan berjalan efektif dan tepat sasaran hingga akhir tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














