kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Pulau Sebatik aman dari konflik Sabah


Minggu, 10 Maret 2013 / 10:53 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melintas dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.


Sumber: Kompas.com, Antara |

NUNUKAN. Pulau Sebatik di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, yang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia, masih tetap aman dari dampak konflik antara kelompok bersenjata Kesultanan Sulu Filipina dengan pemerintah Malaysia.

Kapolsek Sei Nyamuk Kecamatan Sebatik Barat, Nunukan, Iptu Eka Berlin di Sebatik, Minggu (3/10/2013), menjelaskan, kondisi Pulau Sebatik aman-aman saja dan tidak terpengaruh oleh kondisi konflik yang terjadi di Sabah.

"Di sini aman-aman saja, walaupun Sebatik berbatasan darat dengan Sabah," ucapnya saat dihubungi dari Nunukan.

Terkait dengan kemungkinan Pulau Sebatik menjadi jalur eksodus tenaga kerja Indonesia (TKI) dari negara tetangga itu, Iptu Eka mengaku belum melihat indikasi tersebut. Begitu pula dengan kegiatan lain yang berkaitan dengan konflik tersebut.

Hanya saja, lanjut Iptu Eka, berbagai kemungkinan bisa saja terjadi di pulau yang terbagi dua antara Indonesia dengan Malaysia itu.

"Entahlah kalau besok-besok ada kejadian menonjol. Tapi yang pastinya saat ini belum ada kejadian menonjol terkait dengan konflik di Sabah itu yang berdampak kepada kondisi keamanan di Sebatik," ujarnya.

Namun dia mengaku tetap waspada setiap saat dan memantau perkembangan kondisi keamanan di Pulau Sebatik yang memang rentan dijadikan pintu masuk bagi eksodus baik dari TKI, warga Malaysia ataupun dari kelompok bersenjata tersebut.

Sebelumnya, warga negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di wilayah Malaysia di Pulau Sebatik diimbau meninggalkan lokasi itu oleh aparat kepolisian Diraja Malaysia dengan alasan keamanan.

(KOMPAS.COM/ANTARA)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×