kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

PU tambah anggaran anti banjir Rp 500 miliar


Kamis, 16 Januari 2014 / 07:52 WIB
ILUSTRASI. Cuaca hari ini Kamis (25/8) di Jawa dan Bali dari BMKG cerah hingga hujan ringan. ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Jika Pemda DKI Jakarta sibuk mengevakuasi korban banjir, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) malah sibuk mencari tambahan dana untuk mengatasi banjir Jakarta. PU mengusulkan tambahan duit Rp 500 miliar untuk mengurangi banjir Jakarta. Dengan begitu, alokasi belanja di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 naik dari Rp 1,1 triliun naik menjadi Rp 1,6 triliun.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air PU Mohammad Hasan mengatakan, duit mengatasi banjir itu akan dimasukkan dalam APBN Perubahan 2014. Penambahan itu menurutnya adalah eskalasi kontrak tahun jamak atau multiyears tahun 2014. "Sebetulnya anggaran yang dibutuhkan Rp 1,6 triliun, tapi yang tersedia baru Rp 1,1 triliun.Kami tambahkan nanti di APBN Perubahan," katanya, Rabu (15/1).

Menurut Hasan, di APBN 2014, PU memang tidak menganggarkan secara penuh proyek infrastruktur anti banjir karena khawatir bakal tidak terserap seluruhnya hingga akhir tahun. Sebab, penyerapan anggaran sangat tergantung pada ketersediaan tanah Pemprov DKI Jakarta.

Proyek anti banjir yang dikerjakan PU saat ini antara lain dua paket proyek Jakarta Emergency Dregging Initiative (JEDI), tujuh paket pekerjaan kali Pesanggrahan, Angke, Sunter, pekerjaan Ciliwung Lama, dan perbaikan Kanal Banjir Barat. Selain itu pada 2014 juga baru dimulai pekerjaan normalisasi sungai Ciliwung dan sodetan Ciliwung

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto menambahkan, untuk mengatasi banjir selain upaya struktural dengan pembangunan infrastruktur, juga perlu dilakukan upaya non struktural. "Perlu pendidikan masyarakat," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×