Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tetap memutuskan impor gula sebanyak 200 ribu ton, meskipun produksi gula di tahun ini diprediksi menjadi yang terbanyak sejak tahun 1931 yakni mencapai 2,7-2,8 juta ton.
Hal itu ditegaskan langsung oleh Direktur Utama PTPN III, Mohammad Abdul Ghani dalam jumpa pers Persiapan BUMN Pangan Jelang Ramdhan dan Lebaran, Kamis (27/2).
"Tahun lalu kita sudah memproduksi gula 2,47 juta ton, tahun ini mungkin ada 2,7-2,8 juta ton. Jadi kita tahun ini akan merayakan produksi gula terbesar 96 tahun," kata Abdul.
Meski jadi produksi terbanyak, Abdul menegaskan keputusan impor gula kembali di tahun 2025 bukan tanpa alasan.
Baca Juga: PTPN-SGN Gerojok Operasi Pasar 43 Ribu Ton Gula dengan Harga di Bawah HET
Dia bilang saat ini pasokan Gula Kristal Putih (GKP) mencapai 1 juta ton. Dengan asumsi kebutuhan 230 ribu ton per bulan, maka stok yang ada saat ini masih cukup untuk 3 sampai 4 bulan ke depan.
Walau begitu, Abdul berdalih stok ini masih perlu diantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan permintaan, agar tidak menganggu harga di pasar.
"Paling tidak untuk meyakinkan market supaya tidak panik. Jadi gula yang diimpor nanti tidak langsung masuk ke pasar tapi di keep untuk jagaan pangan pemerintah," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Holding BUMN Pangan ID FOOD Sis Apik Wijayanto menyatakan pihaknya sudah mendapatkan penugasan kuota impor gula di tahun ini.
Baca Juga: Jadi Produsen Gula Terbesar, PTPN Group Ulangi Sejarah Kejayaan 1 Abad Industri Gula
BUMN Pangan ini masih melakukan penjajakan dengan berbagai negara produsen gula untuk mendapatkan harga yang terbaik. Meski begitu ID FOOD tidak menjelaskan detil negara mana saja yang sudah dijajaki.
"Kita masih negosiasi dari berbagai sumber-sumber negara mana saja yang masih ada dan harganya tidak terlalu mahal," kata Sis Apik.
Sis membantah impor ini dilakukan karena pasokan gula dalam negeri berkurang. Dia katakan, impor dilakukan hanya untuk memenuhi cadangan pangan pemerintah (CPP) di tahun 2025.
"Sebenernya kebutuhannya cukup, tapi tetap kita harus jaga-jaga gitu loh," ujarnya.
Baca Juga: PTPN Group Akan Aktifkan Kembali Sejumlah Pabrik Gula Dorman untuk Swasembada Gula
Selanjutnya: Siapa Lazarus Group? Dalang di Balik Peretasan Bybit Senilai Rp 23 Triliun
Menarik Dibaca: Promo Berhadiah Indomaret s/d 5 Maret 2025, Teh Celup-Plaster Demam Beli 2 Gratis 1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News