kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Proyeksi inflasi November 0,34%, telur ayam dan minyak goreng pemicunya


Senin, 29 November 2021 / 06:00 WIB


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan, perkembangan harga pada bulan November 2021 tetap terkendali. Diperkirakan inflasi November sebesar 0,34% secara bulanan atau month-to-month (mtm).

Perkiraan tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu keempat November 2021.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi November 2021 secara tahun kalender sebesar 1,27% ytd, dan secara tahunan sebesar 1,72% yoy. 

Baca Juga: IHSG diproyeksi melemah Senin (29/11), simak pergerakan saham WIKA, ASRI, dan BRPT

“Penyumbang utama inflasi November 2021 sampai dengan minggu keempat yaitu komoditas telur ayam ras sebesar 0,10% mtm. Lalu, minyak goreng sebesar 0,08% mtm,” kata Erwin dalam laporan resminya, dikutip pada Minggu (28/11).

Penyumbang lainnya adalah cabai merah sebesar 0,06% mtm, emas perhiasan sebesar 0,02 mtm, sawi hijau, bayam, daging ayam ras, sabun detergen bubuk, angkutan udara dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% mtm.

Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi antara lain bawang merah dan tomat masing-masing sebesar -0,02% mtm dan -0,01% mtm.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×