kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.455.000   12.000   0,83%
  • USD/IDR 15.155   87,00   0,57%
  • IDX 7.743   -162,39   -2,05%
  • KOMPAS100 1.193   -15,01   -1,24%
  • LQ45 973   -6,48   -0,66%
  • ISSI 227   -2,76   -1,20%
  • IDX30 497   -3,22   -0,64%
  • IDXHIDIV20 600   -2,04   -0,34%
  • IDX80 136   -0,80   -0,58%
  • IDXV30 141   0,18   0,13%
  • IDXQ30 166   -0,60   -0,36%

Program Konversi Minyak Tanah Rampung 2010


Sabtu, 27 Desember 2008 / 08:31 WIB


Reporter: Yohan Rubiyantoro |

JAKARTA. Program konversi minyak tanah ke gas dipastikan tak akan tuntas tahun depan. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa program tersebut baru dapat dilakukan secara merata di seluruh provinsi pada 2010. Hal tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers akhir tahun 2008 Golkar di DPP Golkar, Slipi (26/12).

"Mungkin 2009 bisa tercapai 80 persen sampai 90 persen, kalau tidak bisa ya kita akan teruskan sampai 2010," katanya.

Kalla mengatakan, pada Januari 2009 konversi gas ditargetkan dapat dilakukan di seluruh Pulau Jawa. Setelah itu pemerintah akan terus menggenjot program konversi gas hingga ke wilayah lain di luar Pulau Jawa. Kalla juga mengakui bahwa program konversi gas menemui banyak kendala. Yaitu sulitnya mengubah gaya hidup dan kebiasaan masyarakat, yang semula menggunakan minyak tanah lantas beralih memakai gas.

"Tidak ada bangsa di dunia, yang mengubah lifestyle rumah tangganya dalam waktu 3 tahun. Kita kerja keras, mengubah lifestyle 50 juta keluarga dari minyak tanah ke gas. Itu bukan main-main," tegasnya

Selain itu, Kalla juga mengakui bahwa infrastruktur untuk program konversi masih belum memadai. Permintaan gas yang sangat tinggi tidak dibarengi dengan produksi gas serta kompor gas yang besar. Saat ini baru terdapat 30 pabrik tabung gas di Indonesia, mereka harus memproduksi sekitar 50 juta tabung per tahun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"30 pabrik itu harus kerja 24 jam. Itu belum termasuk kompornya" sergahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×