kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.624.000   -40.000   -1,50%
  • USD/IDR 17.792   27,00   0,15%
  • IDX 6.589   -10,64   -0,16%
  • KOMPAS100 859   -4,85   -0,56%
  • LQ45 652   -2,42   -0,37%
  • ISSI 229   -0,53   -0,23%
  • IDX30 365   -1,48   -0,40%
  • IDXHIDIV20 451   -0,40   -0,09%
  • IDX80 98   -0,53   -0,54%
  • IDXV30 125   -0,57   -0,46%
  • IDXQ30 117   -0,27   -0,23%

Program Diskon Berakhir, Penjualan Eceran Juni 2024 Diproyeksi Menurun


Selasa, 14 Mei 2024 / 12:20 WIB
Program Diskon Berakhir, Penjualan Eceran Juni 2024 Diproyeksi Menurun
ILUSTRASI. Kinerja penjualan eceran pada Juni 2024 mendatang diproyeksikan akan mengalami penurunan.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kinerja penjualan eceran pada Juni 2024 mendatang diproyeksikan akan mengalami penurunan.

Berdasarkan Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI), Indeks Ekspektasi Penjualan Eceran (IEP) pada Juni 2024 hanya tercatat sebesar 127,5, atau lebih rendah dari 147,8 di periode sebelumnya.

Menurut responden, penjualan eceran pada Juni 2024 ini disebakan oleh musim ujian sekolah serta berakhirnya program diskon pada periode tersebut.

"Penurunan IEP Juni 2024 disebabkan oleh musim ujian sekolah dan berakhirnya program diskon," tulis BI dalam laporannya, Selasa (14/5).

Baca Juga: Ada Idul Fitri, Kinerja Penjualan Eceran April 2024 Diperkirakan Meningkat

Sementara itu, IEP pada September 2024 juga diperkirakan mengalami penurunan. Berdasarkan Survei BI, IEP pada September 2024 hanya tercatat sebesar 140,4, atau lebih dari 164,9 di periode sebelumnya.

Menurut survei BI, penurunan ini disebabkan keadaan cuaca yang kurang mendukung serta adanya hambatan distribusi barang.

Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Juni dan September 2024 diprakirakan menurun. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni dan September 2024 tercatat masing-masing sebesar 140,1 dan 134,5. Ini lebih rendah dari IEH bulan sebelumnya yang masing-masing sebesar 146,1 dan 136,9. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×