kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.531.000   5.000   0,20%
  • USD/IDR 18.181   22,00   0,12%
  • IDX 5.111   54,16   1,07%
  • KOMPAS100 660   8,27   1,27%
  • LQ45 520   4,58   0,89%
  • ISSI 170   1,05   0,62%
  • IDX30 292   2,50   0,86%
  • IDXHIDIV20 392   0,75   0,19%
  • IDX80 76   0,86   1,14%
  • IDXV30 109   0,08   0,07%
  • IDXQ30 98   -0,16   -0,16%

Produsen Bisa Produksi Angkutan Umum Ramah Lingkungan


Senin, 16 Februari 2009 / 10:35 WIB


Reporter: Dian Pitaloka Saraswati

JAKARTA. Produsen lokal berpeluang menyediakan angkutan umum yang hemat dan ramah lingkungan. Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Nurmansjah Lubis menyatakan, saat ini kegiatan peremajaan bajaj di Jakarta terhambat karena India menghentikan produksi bajaj berbahan bakar gas (BBG).

Nurmansjah mengingatkan, saat ini baru ada 500 bajaj BBG yang beroperasi. Padahal ibukota membutuhkan 14.000 unit bajaj BBG untuk menggantikan bajaj lama. "Pengusaha lokal punya peluang untuk memproduksi moda angkutan yang hemat dan ramah lingkungan," tutur Nurmansjah. Ia mengaku pernah mendengar, Jakarta kemungkinan mengimpor kendaraan sejenis bajaj bernama Tawon setelah impor bajaj BBG dari India terhenti.

Peluang memproduksi kendaraan angkutan mini dinilai Nurmansjah masih besar mengingat Jakarta juga perlu meremajakan armada bemo. "Masih ada 500 bemo yang tidak layak, tapi masih beredar," ujar Nurmansjah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×