kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Produsen Bisa Produksi Angkutan Umum Ramah Lingkungan


Senin, 16 Februari 2009 / 10:35 WIB


Reporter: Dian Pitaloka Saraswati

JAKARTA. Produsen lokal berpeluang menyediakan angkutan umum yang hemat dan ramah lingkungan. Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Nurmansjah Lubis menyatakan, saat ini kegiatan peremajaan bajaj di Jakarta terhambat karena India menghentikan produksi bajaj berbahan bakar gas (BBG).

Nurmansjah mengingatkan, saat ini baru ada 500 bajaj BBG yang beroperasi. Padahal ibukota membutuhkan 14.000 unit bajaj BBG untuk menggantikan bajaj lama. "Pengusaha lokal punya peluang untuk memproduksi moda angkutan yang hemat dan ramah lingkungan," tutur Nurmansjah. Ia mengaku pernah mendengar, Jakarta kemungkinan mengimpor kendaraan sejenis bajaj bernama Tawon setelah impor bajaj BBG dari India terhenti.

Peluang memproduksi kendaraan angkutan mini dinilai Nurmansjah masih besar mengingat Jakarta juga perlu meremajakan armada bemo. "Masih ada 500 bemo yang tidak layak, tapi masih beredar," ujar Nurmansjah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×