kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.091   11,00   0,06%
  • IDX 5.442   53,91   1,00%
  • KOMPAS100 703   6,47   0,93%
  • LQ45 547   2,52   0,46%
  • ISSI 187   3,34   1,82%
  • IDX30 306   1,02   0,33%
  • IDXHIDIV20 403   3,90   0,98%
  • IDX80 81   0,61   0,76%
  • IDXV30 112   1,74   1,57%
  • IDXQ30 102   0,63   0,62%

Presiden tak ingin kasus Tarakan seperti Sampit


Rabu, 29 September 2010 / 14:31 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden minta konflik horizontal yang meletus di Tarakan, Kalimantan Timur, segera diredam. Dia telah meminta Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menyelesaikan konflik yang menewaskan lima orang tersebut.

Presiden SBY meminta ketiga pejabat itu tidak memandang remeh kejadian tersebut. "Kejadian seperti ini harus segera diatasi dengan langkah-langkah cepat, tepat, dan tuntas," ujar Presiden SBY, Rabu (29/9).

Presiden SBY berharap, konflik Tarakan ini tidak mengulang kasus Sampit pada 2001 silam. Ketika itu, konflik yang pecah akibat sentimen etnis ini menewaskan ratusan orang.

Presiden SBY juga meminta semua elemen masyarakat di Tarakan terlibat dalam penyelesaian konflik itu, tidak hanya menyerahkan sepenuhnya kepada polisi, TNI, atau pemerintah daerah semata. SBY juga mengimbau dua kelompok etnis yang bertikai untuk segera mengakhiri perselisihan. Di sisi lain, dia mendesak siapa pun yang terbukti bersalah harus dikenai sanksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×