kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.965.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.830   0,00   0,00%
  • IDX 6.438   38,22   0,60%
  • KOMPAS100 926   8,20   0,89%
  • LQ45 723   5,45   0,76%
  • ISSI 205   2,17   1,07%
  • IDX30 376   1,61   0,43%
  • IDXHIDIV20 454   0,42   0,09%
  • IDX80 105   1,01   0,98%
  • IDXV30 111   0,45   0,40%
  • IDXQ30 123   0,28   0,22%

Presiden tak ingin kasus Tarakan seperti Sampit


Rabu, 29 September 2010 / 14:31 WIB
Presiden tak ingin kasus Tarakan seperti Sampit


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden minta konflik horizontal yang meletus di Tarakan, Kalimantan Timur, segera diredam. Dia telah meminta Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menyelesaikan konflik yang menewaskan lima orang tersebut.

Presiden SBY meminta ketiga pejabat itu tidak memandang remeh kejadian tersebut. "Kejadian seperti ini harus segera diatasi dengan langkah-langkah cepat, tepat, dan tuntas," ujar Presiden SBY, Rabu (29/9).

Presiden SBY berharap, konflik Tarakan ini tidak mengulang kasus Sampit pada 2001 silam. Ketika itu, konflik yang pecah akibat sentimen etnis ini menewaskan ratusan orang.

Presiden SBY juga meminta semua elemen masyarakat di Tarakan terlibat dalam penyelesaian konflik itu, tidak hanya menyerahkan sepenuhnya kepada polisi, TNI, atau pemerintah daerah semata. SBY juga mengimbau dua kelompok etnis yang bertikai untuk segera mengakhiri perselisihan. Di sisi lain, dia mendesak siapa pun yang terbukti bersalah harus dikenai sanksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×