kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.132   18,00   0,11%
  • IDX 7.516   57,04   0,76%
  • KOMPAS100 1.040   10,86   1,05%
  • LQ45 748   1,20   0,16%
  • ISSI 272   3,22   1,20%
  • IDX30 401   0,32   0,08%
  • IDXHIDIV20 487   -3,37   -0,69%
  • IDX80 116   0,78   0,68%
  • IDXV30 135   -0,04   -0,03%
  • IDXQ30 129   -0,91   -0,70%

Presiden tak ingin kasus Tarakan seperti Sampit


Rabu, 29 September 2010 / 14:31 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden minta konflik horizontal yang meletus di Tarakan, Kalimantan Timur, segera diredam. Dia telah meminta Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak menyelesaikan konflik yang menewaskan lima orang tersebut.

Presiden SBY meminta ketiga pejabat itu tidak memandang remeh kejadian tersebut. "Kejadian seperti ini harus segera diatasi dengan langkah-langkah cepat, tepat, dan tuntas," ujar Presiden SBY, Rabu (29/9).

Presiden SBY berharap, konflik Tarakan ini tidak mengulang kasus Sampit pada 2001 silam. Ketika itu, konflik yang pecah akibat sentimen etnis ini menewaskan ratusan orang.

Presiden SBY juga meminta semua elemen masyarakat di Tarakan terlibat dalam penyelesaian konflik itu, tidak hanya menyerahkan sepenuhnya kepada polisi, TNI, atau pemerintah daerah semata. SBY juga mengimbau dua kelompok etnis yang bertikai untuk segera mengakhiri perselisihan. Di sisi lain, dia mendesak siapa pun yang terbukti bersalah harus dikenai sanksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×