kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.119   -6,00   -0,03%
  • IDX 6.070   32,18   0,53%
  • KOMPAS100 793   5,08   0,64%
  • LQ45 602   -0,27   -0,05%
  • ISSI 210   3,14   1,51%
  • IDX30 340   -0,24   -0,07%
  • IDXHIDIV20 422   -0,58   -0,14%
  • IDX80 91   0,52   0,58%
  • IDXV30 115   0,85   0,74%
  • IDXQ30 109   -0,11   -0,10%

Presiden SBY sudah terima surat balasan Abbott


Sabtu, 23 November 2013 / 21:42 WIB
ILUSTRASI. Saatnya Beli! Harga Saham EXCL Telah Turun 10% Pekan 1 Juli 2022


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menerima surat balasan terkait penyadapan dari Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott. Surat Abbott sampai Sabtu siang tadi (23/11) dan sudah diterima Presiden SBY.

Hal itu dikatakan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha kepada KONTAN lewat pesan singkat. "Presiden telah menerima surat PM Australia, yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, hari Sabtu ini," ujar Julian.

Surat Abbott tersebut tengah dipelajari oleh SBY bersama Menlu Marty Natalegawa dan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi yang saat ini berada di Bali. Namun, Julian mengaku belum tahu apa isi surat Abbott tersebut, karena ia tidak ikut dalam pembahasan.

Sebelumnya, SBY telah mengirim surat kepada Abbott terkait penyadapan yang dilakukan inteligen Negeri Kanguru tersebut.

Presiden mengaku tidak bisa mengerti mengapa negeri tetangga itu melakukan tindakan yang melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia tersebut.

Pemerintah Indonesia mendesak Australia menjelaskan penyadapan itu dan mendesak agar Abbott meminta maaf.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×