kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.735   27,00   0,15%
  • IDX 6.499   -26,74   -0,41%
  • KOMPAS100 848   -1,66   -0,20%
  • LQ45 641   -3,31   -0,51%
  • ISSI 229   0,33   0,15%
  • IDX30 358   -2,02   -0,56%
  • IDXHIDIV20 436   -1,06   -0,24%
  • IDX80 97   -0,30   -0,31%
  • IDXV30 121   0,26   0,21%
  • IDXQ30 113   -0,62   -0,54%

Presiden: Rekomendasi KEN dan KIN harus nyata


Kamis, 16 September 2010 / 16:05 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Edy Can


JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan Komite Inovasi Nasional (KIN) berkoordinasi dengan jajaran pemerintahan dalam menjalankan tugasnya. Sebab, hasil kerja KEN dan KIN akan menjadi salah satu acuan pemerintah dalam menyusun kebijakan.

Dengan demikian, Presiden SBY berharap hasil kerja KEN dan KIN bisa menjadi sebuah rekomendasi bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan, "Saya ingatkan bahwa produk yang dihasilkan bukan academic paper, tapi policy recommendation yang akan sangat kami perhatikan," kata Presiden dalam sidang kabinet paripurna, Kamis (16/9).

Dengan rekomendasi itu, SBY bilang, pemerintah akan menyempurnakan kebijakan yang akan disusun. Presiden juga meminta KEN dan KIN menyesuaikan rekomendasi itu dengan masa kerja pemerintahan. Dengan begitu, SBY berharap empat tahun mendatang bisa mencapai sasaran yang telah ditetapkan. "Apa yang saudara lakukan itu bisa masuk betul dengan yang dilakukan jajaran kabinet dan pemerintah pada umumnya," kata Presiden.

Presiden juga meminta rekomendasi KEN dan KIN itu berangkat dari situasi yang riil, seperti informasi dari kepala daerah maupun DPRD. Sehingga, SBY berharap, rekomendasi bisa diaplikasikan dan dicapai dan bukan sesuatu yang diawang-awang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×