kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Presiden Jokowi terima para ulama di Istana


Selasa, 04 April 2017 / 15:09 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden Joko Widodo menerima sejumlah ulama di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (4/4).

Ada 20 ulama yang berasal dari sejumlah daerah yang turut dalam rombongan.

Dalam sambutannya, Presiden mengapresiasi para ulama yang dinilainya memelihara stabilitas umat di Indonesia.

"Kami menghargai peran dan seluruh usaha para ulama dalam membina umat Islam dalam mengawal umat Islam, sehingga kita semua dapat memelihara semangat kebersamaan, kedamaian," ujar Jokowi.

"Karena berkat bimbingan para ulama juga, mendinginkan suasana di kotanya," lanjut dia.

Presiden juga berpesan agar para ulama mempertahankan hal itu.

"Kami menitipkan ulama agar kesejukan dan mendinginkan situasi kota, daerah atau negara kita sehingga negara kita selalu dalam keadaan damai," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, pemerintah membutuhkan situasi politik serta sosial yang stabil dalam melaksanakan program pembangunan.

Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup baik dibandingkan negara G20 lainnya, yakni 5,02 persen.

Indonesia hanya kalah dari China dan India.

Namun, menurut dia, masih saja ada nada sumbang soal kesenjangan ekonomi di masyarakat.

"Memang pertumbuhan ekonomi kita 5,02%. Tapi pertanyaan dari kampung, dari desa dan daerah, 5% itu siapa yang mendapatkan? Inilah yang perlu kami jawab melalui kebijakan pemerintah," ujar Jokowi.

Pemerintah akan mengeluarkan paket kebijakan untuk meminimalisir kesenjangan ekonomi di Indonesia.

Para ulama yang hadir, antara lain Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng KH Irfan Wahid, Rais Syuriah NU Sulawesi Selatan KH Sanusi Baco, pimpinan Pondok Pesantren Darurohman KH Syukron Makmun, dan pimpinan Pondok Pesantren Buntet Cirebon KH Aris Ni'matullah. (Fabian Januarius Kuwado)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×