kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.164.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Presiden Jokowi: Stop Ekspor Timah, Hilirisasi Nikel Bikin Nilai Ekspor Meloncat


Kamis, 29 September 2022 / 12:54 WIB
Presiden Jokowi: Stop Ekspor Timah, Hilirisasi Nikel Bikin Nilai Ekspor Meloncat
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo menegaskan menyusul nikel, ekspor timah akan distop. Hasil hilirisasi, ekspor nikel meloncat.


Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo menyebut program hilirasi tetap menjadi prioritasnya, selain infrastruktur untuk mendorong daya saing ekonomi Indonesia. 

Presiden Jokowi dalam special  opening remarks acara tahunan UOB Economic Outlook 2023, Kamis 29 September 2022, menyebut, hilirasi berhasil memangkas ekspor bahan mineral mentah dan mampu mendorong ekspor mineral olahan yang terus mendaki.

“Kami terus secara konsisten membenahi masalah-masalah fundamental negara Indonesia. Proyek infrastruktur masih menjadi prioritas di jangka menengah dan panjang,” tandas Presiden. 
Kata Presiden, proyek hilirasi dan infrastruktur penting untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

Baca Juga: Presiden: Ketidakpastian Butuh Endurance Panjang, Menkeu Diminta Hati-Hati Pakai Uang

“Konektivitas dengan pembagunan infrastruktur yang berkelanjutan dalam jangka menengah dan panjang akan membuat ekonomi kita memiliki daya saing. Ini fundamental yang sangat penting dalam ekonomi ke depan,” sebut Presiden. 

Itulah sebabnya proyek infrastruktur seperti jalan, airport, bendungan dan pembangkit terus dilakukan untuk mendorong ekonomi dan mengantisipasi kebutuhan ke depan. 
Jokowi juga menyebut, setelah berpuluh-puluh tahun mengandalkan ekpor raw material, keputusan pemerintah menyetop ekspor mineral mentah sempat mengundang protes.

“Saat saya memutuskan stop ekspor nikel, ramai (protes). Banyak orang yang datang dan minta saya hati-hati atas kinerja ekspor, “ ujar Jokowi. 

Baca Juga: Presiden Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2022 Bisa Mencapai 6%

Namun kini hasilnya mulai nampak. Larangan ekspor bijin nikel dan ekspor produk hasil hilirisasi membuat pendapatan hasil ekspor melesat.  Catatan Presiden, jika ekspor nikel sebelumya hanya mampu menjaring devis US$ 1,1 miliar atau Rp 15 triliunan pada tahun 2017-an kini menjadi US$ 20,9 miliar atau Rp 360 triliun pada tahun 2021. "Meloncat dari Rp 15 triliun ke Rp 360 triliun, itu baru nikel,” ujar  Presiden

Itulah sebabnya, secara bertahap, pemerintah akan menyetop ekspor minerba lainnya. Targetnya, pemerintah akan menyetop ekspor tembaga di ujung tahun ini, menyusul ekspor mineral mentah lainnya.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×