kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   -20.000   -0,79%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Presiden Joko Widodo: Saya enggak bisa bayangin kalau kita dulu lockdown


Kamis, 16 Juli 2020 / 13:01 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo kembali membagikan bantuan modal kerja kepada sejumlah pedagang. Kali ini pemberian dilakukan di Istana Bogor, Rabu (15/7/2020).


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) menyampaikan kemungkinan indikator ekonomi Indonesia akan anjlok pada kuartal kedua tahun 2020. Akibat pandemi virus corona (Covid-19) pada kuartal kedua diprediksi pertumbuhan ekonomi minus 4,3%. 

Meski begitu, angka itu dinilai lebih baik karena opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diambil selama penanganan Covid-19.

"Saya enggak bisa bayangin kalau kita dulu lockdown gitu mungkin bisa minus 17%," ujar Jokowi saat memberi arahan kepada kepala daerah seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Rabu (15/7).

Baca Juga: Program B100 Jokowi berhasil diwujudkan, Pertamina kini punya bahan bakar 100% sawit

Asal tabu saja, pada kuartal pertama lalu, Indonesia masih mencatatkan hasil positif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama sebesar 2,97%.

Meski begitu situasi Covid-19 menimbulkan ketidakpasitan ekonomi global. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyampaikan pada 3 bulan sebelumnya IMF meprediksi pertumbuhan ekonomi global minus 2,5%.

Angka tersebut pun berubah berdasarkan prediksi Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi lebih anjlok lagi sebesar minus 5%. Berikutnya Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) juta menyampaikan perubahan atas prediksi tersebut.

Baca Juga: Agar selamat dari resesi, Jokowi minta kepala daerah genjot belanja

"Terakhir sudah berada pada angka minus 6% sampai minus 7,6%. Betapa beratnya situasi ini," terang Jokowi.




TERBARU

[X]
×