kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.996   -4,00   -0,02%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Presiden Ceko: Indonesia ternyata tak ada krisis


Senin, 09 Juli 2012 / 20:45 WIB
ILUSTRASI. OJK menyiapkan aturan tentang penerapan saham dengan hak suara multipel bagi start-up unicorn. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Presiden Republik Ceko Vaclav Klaus mengakui prestasi ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian perekonomian global. Dirinya menegaskan, di Indonesia malah tidak dirasakan krisis seperti yang melanda Eropa.

"Kami memiliki krisis, tetapi di Asia tidak memiliki krisis. Jangan takut di sini tidak ada krisis," katanya dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka, Senin (9/7).

Sementara itu, Presiden SBY menuturkan, Indonesia memiliki pengalaman menghadapi krisis tahun 2008-2009, yang bermula dari Amerika dan berimbas ke Eropa.

Indonesia saat itu terkena imbas yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi anjlok dari 9% menjadi 4%. Terkait situasi saat ini, SBY mengaku sudah membuat beberapa langkah antisipasi, terutama ancaman penurunan kinerja ekspor.

"Ketika ekspor turun, kami (Indonesia) harus mencari peluang baru dan terus memperkuat ekonomi domestik. Ini peluang bagi kami karena kami masih memiliki kesempatan yang besar di dalam negeri," kata SBY.

Selain itu SBY menambahkan, pemerintah Indonesia akan berupaya memperkuat pasar dalam negeri sampai ketidakpastian ekonomi global membaik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×