kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Presiden Ceko: Indonesia ternyata tak ada krisis


Senin, 09 Juli 2012 / 20:45 WIB
Presiden Ceko: Indonesia ternyata tak ada krisis
ILUSTRASI. OJK menyiapkan aturan tentang penerapan saham dengan hak suara multipel bagi start-up unicorn. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Presiden Republik Ceko Vaclav Klaus mengakui prestasi ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian perekonomian global. Dirinya menegaskan, di Indonesia malah tidak dirasakan krisis seperti yang melanda Eropa.

"Kami memiliki krisis, tetapi di Asia tidak memiliki krisis. Jangan takut di sini tidak ada krisis," katanya dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka, Senin (9/7).

Sementara itu, Presiden SBY menuturkan, Indonesia memiliki pengalaman menghadapi krisis tahun 2008-2009, yang bermula dari Amerika dan berimbas ke Eropa.

Indonesia saat itu terkena imbas yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi anjlok dari 9% menjadi 4%. Terkait situasi saat ini, SBY mengaku sudah membuat beberapa langkah antisipasi, terutama ancaman penurunan kinerja ekspor.

"Ketika ekspor turun, kami (Indonesia) harus mencari peluang baru dan terus memperkuat ekonomi domestik. Ini peluang bagi kami karena kami masih memiliki kesempatan yang besar di dalam negeri," kata SBY.

Selain itu SBY menambahkan, pemerintah Indonesia akan berupaya memperkuat pasar dalam negeri sampai ketidakpastian ekonomi global membaik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×